Kasuistika

Dua Polisi Penganiaya Bripda Fathurrahman Terancam Dipecat

KENDARI, BKK – Sanksi kode etik menanti dua nggota kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Bripda Zulfikar dan Bripda Fislan,  pelaku penganiayaan yang mengakibatkan meninggalkanya Bripda  Fathurrahman. Keduanya terancam lepas seragam alias dipecat.

Kepala Subbidang (Kasubid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Agus Mulyadi menjelaskan, berdasarkan kode etik kepolisian sanksi pemecatan diberikan kepada anggota polisi yang melakukan tindak pidana serta ditahan lebih dari enam bulan.

“Kita tunggu saja keputusan inkrah dari pengadilan. Jika putusan sudah keluar kemungkinan besar sanksi kode etik kedua pelaku berupa pemecatan dari anggota kepolisian,” ungkap Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/9)

Agus mengungkapkan, berkas perkara kedua tersangka sementara dirampungkan untuk tahap penyidikan kemudian selanjutnya berkas akan dibawa ke kejaksaan.

“Proses perampungan berkas perkara kedua tersangka sementara dilakukan oleh penyidik dan kedua tersangka sementara ditahan di sini (Polda Sultra, red),” ungkapnya.

Pemberian sanksi kode etik itu sediri, kata Agus, akan diperoses  Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra  setelah keluar putusan inkrah dari pengadilan yang mengadili kasus penganiayaan yang dilakukan kedua tersangka itu.

Untuk diketahui, dalam waktu dekat ini Polda Sultra akan menggelar rekonstruksi untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka. ( p2/nur )

To Top