Headline

Bawaslu Sultra Temukan 13 Ribu Pemilih Ganda

Hamiruddin Udu.

KENDARI, BKK- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan 13 ribu pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra berjanji akan melakukan penyempurnaan data pemilih.

Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengungkapkan, Rabu (12/9), pemilih ganda yang ditemukan mencapai 13.534 pemilih, tersebar di 16 kabupaten dan kota, dari jumlah wajib pilih sebanyak 1.685.376 atau kurang lebih 1,6 juta pemilih.

Hanya satu kabupaten, yaitu Kabupaten Buton, yang menurut Bawaslu tidak ditemukan satu pun pemilih ganda.

“Selain itu, semua ada,” bebernya.

Ia merinci, ada 4 daerah yang tercatat sebagai penyumbang pemilih ganda terbanyak, yaitu Kolaka sebanyak 2.783 pemilih, Bombana sebanyak 2.365 pemilih, Kota Kendari sebanyak 1.475 pemilih, dan Kolaka Utara (Kolut) sebanyak 1.025 pemilih.

“Untuk daerah lain, pemilih gandanya hanya mencapai ratusan,” jelasnya.

Menyusul temuan ini, lanjut dia, pihaknya meminta KPU Sultra melakukan perbaikan.

“Potensi kecurangan dengan adanya pemilih ganda itu cukup besar. Dan, itu merusak amanah undang-undang,” tandasnya.

Menanggapi itu, Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir mengatakan, pihaknya telah mengambil tindakan dengan melakukan penyempurnaan data DPT, melibatkan seluruh KPU kabupaten dan kota, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sultra, termasuk Bawaslu.

“Hari ini, kita sudah lakukan rapat bersama semuanya untuk menindaklanjuti laporan Bawaslu dan parpol,” katanya, kemarin.

Menurut dia, ada 3 kategori dalam data kegandaan yang dilaporkan Bawaslu, yaitu nama, alamat, dan tanggal lahir pemilih.

Tiga kategori ini, kata dia, ditemukan banyak kesamaan pada DPT, sehingga dinilai perlu untuk dicermati kembali.

“Untuk memvalidkan data pada persoalan tiga kategori ini, memang perlu verifikasi faktual. Sebab, bisa saja ada pemilih yang memang memiliki nama sama, tetapi tempat dan tanggal lahir berbeda. Kita juga tidak bisa langsung mengambil opsi itu, tanpa harus melakukan verifikasi faktual, karena bisa saja itu ganda,” paparnya.(cr5/iis)

To Top