Beranda

Program Sumur Bor Diberhentikan, PDAM Kendari Belum Terima Pendaftar Sambungan Baru

Nirwan – Kepala PDAM Kota Kendari, Damin

KENDARI, BKK – Setelah program  pembuatan sejumlah sumur bor di Kota Kendari tahun ini diberhentikan, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari  mengaku siap untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Kendati demikian, hingga kini PDAM Kendari belum juga menerima pendaftaran  dari warga yang ingin melakukan penyambungan air yang baru.

“Kita belum mendapatkan informasi adanya pemasangan baru di kami,” ungkap  Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Kendari Damin saat dikonfirmasi, Selasa (11/9).

Diakui Damin, pihaknya sudah mendapat instruksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk melayani kebutuhan air warga yang masih bergantung pada sumur bor. Namun, pihaknya kini masih fokus melayani kebutuhan air warga yang selama ini sudah bergantung di PDAM.

“Karena kami menyadari dengan sumber air yang ada saat ini, kami belum bisa melayani seluruh masyarakat kita,” aku Damin.

Namun, jika sumber air di Mata Bondu sudah beroperasi maksimal, katanya,  pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh warga Kendari, termasuk mereka yang masih bergantung pada sumur bor.

“Bahkan kami juga sudah meringankan beban warga kita yang ingin melakukan sambungan baru. Yakni dari Rp 1 juta turun menjadi Rp 550 ribu,” bebernya.

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Kota Kendari, La Ode Azhar mengatakan, jika pembatalan program bantuan sumur bor tersebut disebabkan atensi Badan Pemeriksa Keungan Republik Indonesia (BPK RI).

Ia menyebutkan, di 2018 ada 157 titik program bantuan sumur bor yang rencananya akan diberikan kepada masyarakat Kota Kendari dengan total anggaran mencapai Rp 6 miliar. Jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang diserap melalui kegiatan reses.

“Kami sangat menyayangkan kebijakan penghapusan program ini, sebab sumur bor merupakan kebutuhan masyarakat yang cukup dibutuhkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Kendari Sulkarnain menjelaskan pemberhentian program sumur bor tersebut berdasarkan intruksi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena dianggap dapat merusak lingkungan.

“Kalau kita biarkan akan berakibat jangka panjang terhadap kondisi di lingkungan kita,” ujar Sulkarnain.

Namun, pembatalan pembuatan sumur bor tersebut, akunya, tidak akan membuat warga Kota Kendari kekurangan air. Sebab, PDAM setempat akan dimaksimalkan untuk melayani kebutuhan air bersih warga.

“Sangat banyak alternatif lain untuk mendapatkan air bersih selain dari pada sumur bor, di antaranya PDAM Kendari. Makanya, kami sedang berupaya untuk meningkatkan pelayanan di PDAM Kota Kendari,” tutupnya.(cr6/Cr5/nur)

To Top