Beranda

Cegah Anak Putus Sekolah, Fraksi PKS Minta Program Beasiswa Miskin Ditingkatkan

KENDARI, BKK- Dalam rangka pencegahan anak putus sekolah, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari untuk lebih meningkatkan program beasiswa miskin.

Pasalnya, berdasarkan data yang diterima Fraksi PKS DPRD Kota Kendari, banyak ditemukan anak putus sekolah akibat persoalan ekonomi.

“Masalah ekonomi memang menjadi kendala besar bagi setiap anak untuk mewujudkan cita-cita mereka, jadi sudah semestinya jika kita ikut bertanggung jawab pada persoalan ini,” ungkap Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Kendari, H Subhan ST ditemui di kediamannya, Selasa (11/9).

Ia menjelaskan, program bantuan bagi siswa tidak mampu memang ada, seperti beasiswa miskin dan ada juga bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari.

Hanya saja, program tersebut sepertinya belum maksimal, sebab jumlah anak putus sekolah masih tetap ada.

“Berdasarkan kondisi ini, kami meminta dikmudora untuk lebih meningkatkan program-program bantuan bagi anak yang dinilai tidak mampu pada persoalan ekonomi,” jelasnya.

Dikmudora, lanjut dia, mesti melakukan pendataan kepada seluruh anak yang saat ini sedang mengenyam bangku pendidikan, untuk memilah mana anak yang mampu dan tidak mampu. Kemudian, untuk pengurusan program bantuan tersebut juga harus dipermudah.

“Dikmudora harus berperan aktif, agar bisa efektif. Karena mereka  merupakan generasi penerus bangsa,” tandasnya.

Menyikapi hal ini, Kepala Dikmudora Kota Kendari Sartini Sarita tidak membantah jika  banyak anak yang putus sekolah akibat persoalan ekonomi.

Ia mengatakan, ada dua faktor yang mempengaruhi anak putus sekolah, yaitu persoalan ekonomi dan lingkungan sosial.

“Dua hal ini yang menjadi mayoritas penyebab anak putus sekolah,” sebut Sartini.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya cukup menerima saran Fraksi PKS DPRD Kota Kendari. Di mana, saran itu sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam upaya membangkitkan semangat belajar siswa ekonomi lemah.

“Insya Allah, ini akan menjadi salah satu fokus kami,” pungkasnya.(Cr5/nur)

To Top