Beranda

Negara Berutang Budi, Perlu Regulasi Baru untuk Honorer K2 Berumur Tua

Abdul Halim Momo. (FOTO SUMARDIN/BKK)

KENDARI, BKK- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Halim Momo, menyayangkan sikap pemerintah yang tidak mengakomodir sebagian guru honorer (K2) untuk diangkat menjadi PNS karena dianggap sudah berusia tua .

“Yang idealnya itu, pemerintah perlu membuat aturan khusus mengenai guru tenaga honorer. Tidak boleh menjadikan aturan itu sama dengan yang baru selesai. Bagaimana pun, tenaga honorer ini perlu diberikan perlakuan khusus karena mereka sudah dipakai tenaganya. Masa negara dikena pepatah habis manis sempah dibuang kan kasihan,” ujar Halim ditemui, Selasa (14/8).

Halim menuturkan, kalau memang dianggap melanggar undang-undang, seharusnya negara bisa membuat regulasi baru yang bisa mengakomodir seluruh tenaga honorer. Sebab, negara sudah berutang budi karena tidak sedikit guru honorer yang selama ini tidak dibayar atau tidak digaji.

“Masa karena hal-hal tertentu, sehingga tidak memenuhi syarat dengan regulasi yang baru kemudian mereka tidak bisa dicarikan jalan keluar untuk dapat direkrut,” ketusnya.

Jalan satu-satunya, tambah Halim, untuk mengatasi persoalan ini perlu adanya amandemen undang-undang. (m1/nur)

To Top