Bisnis & Ekonomi

Pegadaian Kendari Tunggu Surat Resmi dari Kanwil Makassar

KENDARI,BKK – Adanya informasi yang beredar bahwa pegadaian kini menerima nasabah yang menggadaikan Tupperware ditanggapi dinginPegadaian Cabang Kendari. Hingga saat ini belum memastikan kapan mulai menerima nasabah yang akan menggadaikan Tupperwarenya.

Pimpinan Pegadaian Cabang Kendari Mustamin Takwin mengatakan, jika kebijakan untuk menerima gadai Tupperware masih menunggu surat resmi dari Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kalau sudah ada surat resminya, kita pasti menerima. Kan itu sudah kebijakan, Sehingga perihal teknis dan bagaimana prosesnya masih menunggu petunjuk dari Kanwil Makassar,” ungkapnya, Kamis (9/8).

Seperti dilansir salah satu media di Manado, Pimpinan Pegadaian Cabang Karombasan, Manado Rusli Basri mengatakan, pihaknya telah melakulan gebrakan baru untuk melayani masyarakat. Produk Tupperware bisa digadaikan karena Tupperware dinilai berbeda dengan produk-produk lainnya.

Dikatakannya, Tupperware yang bisa digadaikan mulai dari Tupperware kecil maupun besar. Baik yang sudah digunakan maupun baru. Nasabah dapat pinjaman minimal Rp500.000 bebas bunga selama 2 bulan atau 60 hari.

Pengamat Ekonomi Universitas Halu Oleo (UHO) Syamsir Nur menilai Pegadaian sebetulnya melakukan hal itu untuk merespon kondisi ekonomi masyarakat kecil yang diperhadapkan pada kebutuhan akan sejumlah uang cash sifatnya “segera” yang digunakan untuk konsumsi maupun investasi /modal usaha.

“Sebetulnya barang sekelas tupperware untuk digadai sudah lama dipraktekkan di Jawa sana misalnya kota-kota besar di Jawa Timur, berdasar info setelah 4 tahun saya di Malang,” tuturnya.

Kemudian, Pegadaian membaca peluang bahwa masyarakat saat ini cenderung tidak lagi memiliki barang mewah yang lazim digadai karena perolehan barang tersebut semakin mahal.

Perlu dicermati tujuan adanya pegadaian untuk masyarakat kecil apakah untuk menutupi pemenuhan kebutuhan hidup atau pemenuhan kebutuhan pendidikan anak, atau biaya kesehatan (konsumtif) atau untuk investasi modal usaha dan pengembangan usaha.

“Kalo masih konsumtif, maka menjadi signal bahwa ekonomi masyarakat kecil masih memprihatikan dan harus menjadi perhatian pemerintah,” tutupnya.

Tapi jika motifnya sudah ditataran investasi, maka perlu diapresiasi dan hal itu menandakan bahwa keberadaan lembaga non perbankan khususny pegadaian memberikan efek positif terhadap ekonomi masyarakat kecil. (m3)

To Top