Pendidikan

Dosen Muda Fakultas Pertanian UHO Terapkan Zero Waste di TPA Puuwatu Kendari

Penyuluhan dan demplot fertikultur sayur organik dipemukiman masyarakat TPA sampah Kecamatan Puuwatu Kota Kendari

KENDARI, BKK – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) program hibah yang didanai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia (RI) dengan judul program “Kemandirian Pangan Melalui Penerapan Zero Waste di Pemukiman Miskin Sekitar TPA Sampah Kecamatan Puuwatu Kendari Sulawesi Tenggara” yang dipromotori oleh 3 orang dan 2 orang di antaranya, yakni dosen muda Fakultas Pertanian Uli Fermin, S.P., M.P. (selaku Ketua Tim), Rahayu Endah Purwanti, S.P., M.Si. (selaku anggota 1) dan Bapak Dr. Laode Muhammad Harjoni Kilowasid, S.P., M.Si. (sekalu anggota 2) yang merupakan dosen senior  dalam kegiatan ini.

Ketua Tim Pelaksana PKM Uli Fermin, S.P., M.P. menyatakan bahwa kegiatan ini lebih ditunjukkan kepada masyarakat yang bermukim di daerah sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kegiatan PKM ini telah berlangsung selama 6 bulan dimulai sejak Maret 2018 hingga diterbitkannya tulisan ini.

“Kegiatan ini pada dasarnya adalah pengelolaan untuk mengurangi limbah (Zero Waste), sehingga diharapkan sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk kompos dan sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi wadah untuk bertanam sayur pada sistem vertikultur,” ujarnya yang juga sebagai dosen tetap non-PNS di Fakultas Pertanian UHO, Rabu (8/8).

Ketua Tim PKM, Uli Fermin memaparkan bahwa solusi yang telah dilakukan bagi mitra yaitu dengan kegiatan nonfisik dan kegiatan fisik.

“Kegiatan nonfisik yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan sebagai Media transfer pengetahuan penerapan konsep zero waste melalui pemanfaatan sampah organik baik buangan rumah tangga maupun yang berasal dari TPA, menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti kompos yang selanjutnya dapat dikomersialkan sehingga mampu meningkatkan perekonomian warga, serta memanfaatkan sampahan organik menjadi media vertikultur tanaman sayuran yang dibudidayakan di pekarangan rumah, yang mampu mengurangi anggaran belanja rumah tangga, namun tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga,” ucapnya.

Penyuluhan sekaligus pembuatan pupuk kompos di TPA sampah Kecamatan Puuwatu Kota Kendari

Sedangkan kegiatan fisiknya yang  dilakukan yakni  dalam bentuk demplot atau kebun percontohan dan pendampingan dengan metode pendekatan partisipatif yakni cara mengolah sampah anorganik seperti sampah botol plastik, pipa bekas, kemasan deterjen, ban dan wadah plastik hasil buangan dari TPA menjadi wadah untuk budidaya tanaman sayuran dalam sistem vertikultur.

Selain itu, juga diberikan pelatihan cara pembuatan kompos sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dari sampah organik yang berasal dari TPA.

“Kami berharap kegiatan PKM ini tentunya dapat memberikan manfaat kepada warga baik dari segi pengetahuan, ekonomi, dan keterampilan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar TPA sampah Kecamatan Puuwatu. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenristekdikti RI,  semoga program ini dapat berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

To Top