Headline

Ngeri! HIV di Kota Kendari Makin Merajalela

Kadinkes Kota Kendari menyebut tempat hiburan malam (THM) menjamur. Izinya karaoke tapi praktiknya entah.

KENDARI, BKK– Kota Kendari mencatatkan diri sebagai daerah terbanyak pengidap human immunodeficiency virus (HIV) di Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Intinya, seluruh kabupaten dan kota di Sultra itu sudah ada kasus HIV. Tapi, yang terbanyak saat ini di Kota Kendari, sebanyak 257 kasus,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sultra Zuhuddin Kasim, Senin (6/8), saat ditemui di ruang kerjanya.

Itu berdasarkan data yang diperoleh pada 2017 lalu.

“Jumlah kasus virus yang mematikan itu terus meningkat setiap tahunnya,” tambahnya.

Secara keseluruhan, selama 2017 Dinkes Sultra menemukan sebanyak 861 kasus HIV.

Dikatakan, masih ada yang belum ditemukan, yaitu mereka yang tidak pernah datang atau konseling kepada dinkes setempat.

Zuhuddin Kasim berharap bisa menemukan sisanya dan menjalani pengobatan.

“Karena virus ini sangat berbahaya. Kalau tidak dilakukan pengobatan akan berpotensi menularkan ke orang terdekat,” jelasnya.

Dilihat dari rentang usia, papar dia, yang terbanyak terjangkit HIV berada di usia produktif, 21 tahun.

Berkait itu, dia mengimbau, agar yang terkena HIV itu untuk mendatangi klinik konseling dan pemeriksaan sukarela di setiap rumah sakit yang mampu menangani pasien HIV tersebut.

“Karena, saat ini sudah ada obat dari pemerintah. Tapi, obat itu tidak bisa menyembuhkan, hanya bisa mengendalikan virus itu agar tidak menular ke keluarga terdekat,” bebernya.

“HIV ini tidak semua ditularkan melalui seks, tapi umumnya lewat itu. Jadi, kita berharap agar meningkatkan ketahanan keluarga dan menjaga pergaulan, agar tidak terjerumus ke arah yang bisa terkena virus itu,” pesannya.

Terpisah, Kadinkes Kota Kendari Rahminingrum membenarkan catatan itu.

“Akan tetapi, 257 kasus tersebut merupakan data kumulatif,” katanya.

Kota Kendari menjadi kota terbesar kasus HIV, menurut dia, disebabkan oleh status kota ini sebagai ibu kota provinsi, yang mana tempat hiburan malam (THM) menjamur.

“Di samping, memang perilaku seks yang menyimpang saat ini banyak terjadi. Misal, LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender/transeksual) di kehidupan malam di Kota Kendari semakin kencang. THM izinya karaoke tapi kita tidak tahu ekseskusinya di luar seperti apa,” jelasnya.

Berkait itu, ia mengimbau seluruh masyarakat kota untuk berperilaku seks yang bertanggung jawab.

“Bagi yang masih lajang, janganlah mendekati seks bebas. Dan bagi yang sudah berkeluarga, setialah kepada pasangannya masing-masing,” anjurnya.(m2-cr6/b/iis)

To Top