Suksesi

Rusda Maju di DPR-RI Bukan Pesimis pada Gugatan Pilgub

Rusda Mahmud

KENDARI, BKK – Rusda Mahmud telah terdaftar sebagai bakal calon Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Padahal, gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

Kendati demikian, majunya Rusda sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) bukan sikap pesimis atas gugatannya di MK.

Calon Gubernur Sultra ini bertarung dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019 melalui Partai Demokrat.

“Persoalan majunya Rusda di DPR-RI bukanlah gambaran pesimis terhadap gugatan di MK,” tegas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sultra Muh Endang SA.

Dikatakan, majunya Rusda sebagai balon DPR-RI merupakan permintaan dari Partai Demokrat.

“Beliau (Rusda, red) itu utusan partai. Jadi ini tidak berhubungan dengan masalah pilgub,” katanya.

Endang menjelaskan, meski Rusda menjalaninya secara bersamaan, tentu tidak akan mempengaruhi hasilnya. Karena, keputusan final ada pada Rusda sendiri dan juga partai.

“Andai kata gugatannya diterima dan dia terpilih sebagai Gubernur Sultra, lalu proses pencalonannya di DPR-RI masih berjalan maka dia dan partai yang memutuskan, untuk memilih mana yang terbaik dan ini bukanlah persoalan,” jelasnya.

Endang menambahkan, seumpama gugatan di MK berjalan sesuai harapan maka partai akan kekurangan satu calonnya di DPR-RI. Dan, itu tidak bisa diganti karena penetapan calon telah dilakukan.

“Pada kondisi ini, partai juga tidak terlalu dirugikan karena masih ada lima calon lain yang berjuang. Bahkan partai diuntungkan, sebab kadernya menjadi gubernur,” tandasnya.

Lebih lenjut, Endang mengatakan, dalam konteks ini partai dan juga Rusda hanya memanfaatkan peluang. Karena, dalam politik, peluang itu adalah sesuatu yang mesti dikejar. (cr5/man)

To Top