Suksesi

PPP Bakal Coret Derik dari Daftarar Bacaleg

Muhammad Zayat Kaimoeddin

KENDARI, BKK – Keinginan Muhammad Zayat Kaimoeddin menjadi calon anggota legislatif (pileg) sepertinya akan pupus.

Pasalnya, pria yang beken disapa Derik ini bakal dicoret dari daftar bacaleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Sesuai perintah DPP (DPP), dengan berat hati kita akan menggantinya,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sultra Rasyid Sawal saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (29/7).

Sayang, Rasyid belum mau mengungkapkan pengganti dari mantan Calon Wali Kota Kendari ini.

Dijelaskan, pencoretan Derik dari daftar bacaleg merupakan keinginan DPP PPP. Sebab, Derik merupak eks terpidana korupsi.

Rasyid mengungkapkan, setelah adanya rilis mantan terpidana korupsi dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu-RI) maka DPP PPP langsung memutuskan untuk tidak menerima mantan terpidana korupsi sebagai bacaleg.

“Kita tetap menghargai hak politik setiap orang. Untuk itu, diawal pendaftaran kami tetap mengakomodirnya, tapi kita harus mengikuti perintah DPP,” tandasnya.

Kini, sambung Rasyid, pihaknya sedang mempersiapkan calon pengganti Derik.

Selain itu, PPP Sultra juga akan berkoordinasi dengan Derik, agar bisa legawa tanpa harus menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018.

“Kita tahu, putusan MK soal gugatan PKPU Nomor 20 belum ada. Tetapi, kita juga tidak bisa menunggu untuk tetap menguatakan posisi Derik di PPP karena ada batasan perbaikan dan pergantian usulan bacaleg,” papar Rasyid.

Di tempat terpisah, Derik mengatakan, dirinya tetap optimis bisa menjadi calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra.

Sebaba, kata dia, hingga kini belum ada putusan MK atas PKPU Nomor 20 Tahun 2018.

“Putusan tetapnya belum ada, jadi kita tunggu dulu,” tuturnya.

Derik bilang, kondisinya saat ini hampir sama ketika maju sebagai Calon Wali Kota Kendari 2017. Persoalan kasus yang pernah menimpanya menjadi penghambat.

“Ini sama seperti waktu itu, tapi hasilnya saya tetap lolos. Untuk itu, di pileg nanti, saya juga optimis bisa tetap lolos sebagai salah satu calon,” tandasnya.

Komisioner KPU Sultra Iwan Rompo menuturkan, belum bisa memutuskan untuk mencoret bacaleg yang diketahui pernah menjadi terpidana korupsi, karena aturan PKPU semenatara dalam gugatan.

“Soal pencoretan kita tunggu dulu putusan, tetapi yang pasti usulan pergantian calon bisa dilakukan setiap partai politik, dengan batasan waktu hingga masa perbaikan berkas,” pungkasnya. (cr5/man)

To Top