Aktualita

Eksekutif dan Legislatif Butur Belajar di Banyuwangi

Sekretaris Kabupaten Butur Muh Yasin menyerahkan cenderamata yang diterima pejabat Pemkab Banyuwangi. (FOTO: IST)

BURANGA, BKK – Untuk menghasilkan produk hukum daerah yang komprehensif, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) melakukan studi tiru di Banyuwangi, Jawa Timur. Rombongan eksekutif dan legislatif diterima staf ahli Bidang Ekonomi Pemkab Banyuwangi, Puyo Hartono, Selasa (17/7).

Studi tiru ini merupakan agenda untuk mematangkan penyusunan draf sembilan rancangan peraturan daerah (raperda) yang tengah dibahas di DPRD. Masing-masing 3 raperda usulan eksekutif dan 6 usulan legislatif.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Butur Muh Yasin menguraikan, studi tiru akan berlangsung selama sepekan. Rombongan dari eksekutif dan legislatif ini akan banyak belajar untuk mengambil ilmu di Banyuwangi.

Menurutnya, Banyuwangi merupakan sebuah daerah layak dicontoh, salah satunya terkait penerapan peraturan daerah.

“Studi tiru sebagai syarat untuk penetapan sembilan rancangan peraturan daerah kini tengah dibahas di DPRD Butur,” tuturnya.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Butur La Ode Mardan Mahfudz saat dihubungi via selulernya mengatakan, studi tiru orientasinya untuk memahami secara detail produk peraturan daerah telah diterapkan di Kabupaten Banyuwangi.

Azas manfaat dan kekurangannya bisa tergambarkan sebagai bahan pertimbangan  penetapan sembilan raperda yang nanti berlaku di Buton Utara.

“Raperda segera disahkan terkait pemungutan  pajak hiburan, penyelenggaran penanaman modal, dan retribusi pelayanan pelabuhan. Kemudian usulan legeslatif,  raperda standar pelayanan minimum bidang pemerintahan, pengelolaan barang milik daerah, izin lingkungan, kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan anak balita, perlindungan guru, dan pendidikan baca tulis Alquran,” jelas dia.

Rombongan studi tiru itu diikuti Wakil Ketua DPRD Butur Sujono, beberapa anggota DPRD lainnya, serta para asisten Setda Butur, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (cr10/iis)

To Top