Beranda

Suhu Dingin di Kendari Berlangsung Selama Juli

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Akhir-akhir ini, masyarakat Kota Kendari seringkali merasakan suhu yang lebih dingin. Utamanya saat malam hari.

Namun, Kepala Seksi (Kasi) Observasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi Maritim (Stamar) Kendari Ismed Husain mengatakan, suhu lebih dingin yang terjadi di Kota Kendari saat ini pada dasarnya masih normal. Kejadiannya pun sering berulang setiap tahunnya menjelang musim panas dan untuk tahun ini diprediksi berlangsung selama Juli.

“Hal ini dipengaruhi sudah mau masuk musim panas. Selain itu, pada bulan Juli ini wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Sifat dari massa udara yang berada di Australia ini dingin dan kering,” ungkap Ismed Husain, Kamis (12/7).

Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia, kata dia, yang menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau yang dikenal dengan istilah monsoon dingin Australia yang semakin signifikan.

“Sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara yang cukup signifikan pada malam hari di wilayah Indonesia,” jelasnya.

Labih jauh, dipaparkannya, suhu dingin masih akan dirasakan masyarakat khususnya di Kota Kendari hingga pekan depan. Berdasarkan dari data pengukuran suhu, tidak ada penurunan suhu yang signifikan, dalam artian normal-normal saja seperti tahun sebelumnya.

“Akan tetapi, suhu dingin tersebut tidak lagi dirasakan pada akhir Juli, apa lagi pada Agustus nanti. Karena, bulan Agustus itu sudah memasuki musim panas,” ujarnya.

“Saya pikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan masyarakat dengan suhu dingin yang melanda Kendari saat ini, karena keadaan seperti ini sebetulnya masih normal dan belum bisa dikategorikan sebagai kejadian ekstrem,” tambahnya. (cr6/nur)

To Top