Bisnis & Ekonomi

BI Gelar Pelatihan Tindak Pidana Rupiah

Bank Indonesia saat menggelar pelatihan tindak pidana rupiah di masyarakat.

KENDARI,BKK- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pelatihan pencegahan dan penangkapan terhadap tindak pidana rupiah kepada aparat penegak hukum (Aparkum) di Sultra. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir peredaraan uang palsu (upal).

Kepala KPwBI Provinsi Sultra, Minot Purwahono mengatakan, sesuai dengan undang-undang mata uang nomor 7 tahun 2011 diatur bagaimana mulai dari desain, perencanan penerbitan sampai dengan distribusi termasuk dengan terkait sanksi apabila ada tindak pidana terkait dengan uang rupiah. Seperti diketahui Bank Indonesia selain juga tugasnya dibidang moneter juga dibidang sistem pembayaran.

“Jadi sistem pembayaran ada tunai dan non tunai. Fungsi uang tunai dalam sistem perekonomian masih besar perannya dalam rangka menghubungkan segala macam transaksi yang ada dalam suatu wilayah,” tuturnya usai kegiatan, Kamis (12/7).

Lanjutnya, di kantor pusat departement pengelolaan uang rupiah dimulai dari desain, perencanaan sampai dengan distribusinya dan Bank Indonesia yang di daerah menjadi kepanjangan tangan dimana di Sultra tugasnya mendistribusikan uang rupiah sampai dengan kepelosok yang terluar, terdepan dan terpencil.

“Bank Indonesia dalam hal ini harus memastikan bahwa kebutuhan uang yang diperlukan untuk menggerakkan ekonomi emang harus sesuai,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam rangka memastikan bahwa uang yang beredar adalah uang asli yang diterbitkan oleh bank Indonesia olehnya kita senantiasa mengadakan sosialisasi karena kita bahwa sekarang banyak mencoba membuat yang tidak asli.

Untuk penegak hukum dapat menginvestigasi peredaran uang palsu beredar di masyarakat.

“Saya berharap dengan pelatihan pencegahan dan penanganan terhadap tindak pidana rupiah kepada aparat hukum di Wilayah Sultra dapat meningkatkan kewaspadaan serta ketelitian kita dalam menggunakan uang,”tutupnya.(m3).

To Top