Headline

Tidak Cuma Satu! 2 Paslon Menggugat Pilwali Baubau

Kendari, BKK- Dua dari 5 peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Baubau mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Adalah Roslina Rahim-Yasin (ROSSY), pasangan bernomor urut 1, menjadi yang pertama mendaftarkan gugatan. Laman mahkamahkonstitusi.go.id melansir gugatan diajukan pada Senin (9/7), terdaftar dengan APPP Nomor: 21/1/PAN.MK/2018.

ROSSY rupanya tidak sendirian, karena tidak lama berselang muncul penggugat baru Pilwali Baubau.

Gugatan yang didaftar dengan APPP Nomor: 23/1/PAN.MK/2018 itu berasal dari pasangan nomor urut 4, Yusran Fahim-Ahmad (HYF-Ahmad).

Hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Baubau memunculkan peraih suara terbanyak dipegang incumbent, AS Tamrin, yang tampil berpasangan dengan La Ode Ahmad Monianse (Tampil Manis).

Pilwali diikuti 5 pasangan calon (paslon), yaitu ROSSY di nomor urut 1, kemudian pasangan Tampil Manis menyandang nomor urut 2.

Sedangkan, nomor urut 3 dipegang pasanga Wa Ode Maasra Manarfa-Ikhsan Ismail (Mama Ikhlas), nomor urut 4 H Yusran Fahim-Ahmad (HYF-Ahmad), dan Ibrahim Marsela-Ilyas (IBM-Ilyas) nomor urut 5.

Tahap pendaftaran pemohon untuk pemilihan bupati dan wakil bupati serta pemilihan wali kota dan wakil wali kota ditutup pada 10 Juli pukul 24.00 WIB.

Dan, untuk pendaftaran gugatan pemilihan gubernur ditutup 11 Juli pukul 24.00 WIB.

KPU Sultra Akan Memberi KPU Baubau Penguatan
Menanggapi gugatan ini, Ketua KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Abdul Natsir mengimbau KPU Baubau sebagai termohon harus mulai menyiapkan data-data berkait dengan proses dan hasil pemungutan suara.

“Terhadap daerah yang digugat, KPU harapkan sudah menyiapkan seluruh data yang dibutuhkan nanti. Kami juga akan memberi supervisi tentunya. Bentuknya mulai dari mendalami permasalahan yang muncul, serta memberi solusi di dalam menjawab dalil yang dimohon oleh pemohon,” terang Ojo, Selasa (10/7), saat ditemui di KPU Sultra.

Tentunya juga, lanjut dia, setelah gugatan sengketa PHP Pilwali Baubau masuk dalam daftar acara persidangan di MK, langkah selanjutnya yang akan diambil oleh KPU adalah menunjuk pengacara yang memiliki kualifikasi dan pengalaman beracara di MK.

“Disamping itu, KPU kabupaten dan kota dalam menghadapi gugatan yang masuk di MK juga akan disupervisi oleh KPU RI,” katanya.(p1/iis)

To Top