Lingkar Sultra

Pinjaman Rp 100 M Disetujui, Perindag Bangun Pasar Baru

RAHA, BKK – Item-item proyek yang sudah diplot pihak eksekutif dalam pinjaman Pemkab Muna sebesar Rp 100 miliar dari Bank Jateng dan Bank Sultra tidak  dibahas dalam APBD tahun 2018 di DPRD Muna. Salah satu faktanya terkait item pembangunan Pasar Laino baru yang dianggarkan dalam pinjaman Rp 100 M itu, sebesar Rp 20 M.

Menurut Kepala Dinas Perindag Kabupaten Muna Drs Sukarman Loke, perencanaan dan desain pembangunan Pasar Laino yang baru sudah selesai dilaksanakan. “Karena pinjaman Rp 100 M sudah disetujui dewan, kita akan bangun pasar baru senilai Rp 20 M.

Lokasinya  di samping bangunan pasar lama yang dibangun tahun 2015 lalu, tapi belum rampung sampai sekarang,” terang Sukarman, kemarin.

Menurut dia, pasar itu akan dibangun dua lantai dengan konstruksi baja. “Karena perencanaannya sudah rampung semua, mudah-mudahan Agustus 2018, sudah dibangun.  Konstruksinya kan baja dan sudah dirakit di luar daerah. Tinggal dipasang dan dicor di Raha. Lantai bawah berupa lapak-lapak untuk pedagang sembako dan lantai atas untuk mengantisipasi jika lapak di lantai bawah kurang,” tambah mantan Kepala BKD Muna ini.

Ketika ditanya mau diapakan bangunan pasar lama 3 lantai yang dibangun tahun 2015 dengan anggaran sekitar Rp 40 M, namun mangkrak pembangunannya hingga kini, Kadis Perindag menegaskan, akan diperbaiki. “Pasar itu akan kita rampungkan, masih ada uang sisa pembangunan pasar itu sekitar Rp 2,5 M. Kita tidak bayarkan 100 persen pada rekanan, karena tidak rampung dibangun meskipun sudah diperpanjang 3 kali. Kita akan pasang rolling doornya, atap, WC, dan listrik setiap lods,” jelas Sukarman.

Jika Kadis Perindag sudah tahu betul anggaran Rp 20 M dari pinjaman Rp 100 M untuk membangun pasar baru di Laino, justru DPRD Muna yang menyetujui pinjaman itu dan telah membahas secara tertutup bersama eksekutif, Senin ( 9/7), malah mengatakan tidak ada porsi anggaran untuk membangun pasar baru di Laino.

“Tidak ada item untuk membangun pasar baru di Laino dalam diktum pinjaman Rp 100 M itu. Yang ada cuma perampungan pembangunan pasar lama itu. Kita tidak tahu jika ada anggaran untuk pembangunan pasar baru sebesar Rp 20 M,” terang Wakil Ketua DPRD Muna La Ode Diyrun SE MM saat dikonfirmasi hal ini.

Jawaban Wakil Ketua DPRD Muna ini kontradiktif dengan pernyataan Kadis Perindag. Harusnya dewan lebih tahu masalah penganggaran kegiatan di setiap SKPD terlebih kegiatan dalam pinjaman yang baru saja diparipurna ulang DPRD Muna dua hari lalu. (r1)

To Top