Lingkar Sultra

Bawang Putih Langka di Butur

BURANGA, BKK – Bawang putih di Pasar Sentral Minaminanga Kecamatan Buton Utara (Butur) mengalami kelangkaan. Hal itu diakibatkan stok dari luar kota belum masuk terutama dari Baubau.

Kondisi seperti ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga yang signifikan. Salah seorang pedagang bawang putih di Pasar Minaminanga, La Saba, ditemui di kiosnya, Senin (9/7), mengaku sudah sepekan suplai bawang putih dari Kota Baubau belum masuk.

“Kita khawatirkan kalu bawang putih tidak masuk, apalagi sudah beberapa hari ini dari Baubau tidak masuk di pasar sini, bisa harga naik lagi menjadi Rp 40 ribu-Rp 45 ribu,” ujarnya.

Tentunya sesuai hukum pasar, kalau barang langkah maka harga akan naik, kalau harga naik maka bisa menurunkan minat pembeli. “Jangan sampe para pembeli menurun karena harga tinggi,” tuturnya.

La Saba kembali memastikan kelangkaan vawang putih itu karena belum ada suplai dari luar kota.” Pemasok yang sering kita jumpai belum memiliki rute di sini atau belum pernah kita lihat bawah barang. Saya juga tidak tau kenapa belum masuk,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkap pedagang lainnya, Udin. Ia menduga penyebab kelangkaan bawang putih karena tak ada stok yang masuk dari Kendari maupun Baubau.

“Kami tidak tau kenapa belum masuk ini distributor bawang. Makanya, sekarang agak susah bawang putih didapatkan,” terang dia.

Udin menduga, bisa jadi faktor cuaca dan buruknya jalan membuat para pemasok belum masuk di Butur. “kan ini hujan terus, jadi jalanan rusak. Mungkin karena faktor hujan dan jalanan rusak ini agen belum masuk,” ucapnya. (cr10)

To Top