Pendidikan

Antisipasi Bullying Saat PLS, Siswa Senior SMKN 1 Kendari Diliburkan

Suasana peserta didik yang diberikan pengarahan oleh Kepala SMKN 1 Kendari Ali Koua. (FOTO SUMARDIN/BKK)

KENDARI, BKK – Sebanyak 464 peserta didik baru yang diterima di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kendari akan mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) selama satu minggu yang telah dimulai, Senin (9/7).

Dalam proses pengenalan ini, siswa senior di SMKN I Kendari diliburkan selama empat hari dan masuk belajar kembali di sekolah, Kamis (12/7).

Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Kendari Ali Koua mengatakan, siswa senior ini utamanya yang duduk di bangku kelas 2 (kelas 11), sementara waktu diberikan kesempatan belajar di rumah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi bullying atau kekerasan terhadap peserta didik baru.

“Kami ada kekhawatiran, berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya, ketika ada seniornya di sini mereka itu misalnya melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji kepada adik-adiknya seperti dibullying, dihukum dan yang lainnya,” tutur Ali ditemui di sela-sela PLS kemarin.

Dikatakannya, dalam kepanitiaan PLS ini, sebagian siswa senior yang masuk pengurus OSIS anggota pramuka dan palang merah juga ikut dilibatkan. Namun, aktifitas mereka tetap dikotrol penuh oleh guru dan kepala sekolah.

Untuk mengantisipasi adanya bullying dari siswa senior yang terlibat dalam PLS ini, aku Ali, pihaknya sebelumnya sudah memberikan pengarahan agar tidak melakukan hal-hal yang di luar Prosedur Operasional Standar (POS) pelaksanaan PLS.

“Tadi saya sudah sampaikan apabila terjadi kekerasan di lingkungan sekolah, utamanya peserta didik baru yang mengikuti PLS, maka cepat dilaporkan ke penanggung jawab ruangannya masing-masing. Baik itu siswa pengurus osis (senior) dan guru yang setiap saat berkomunikasi dengan peserta didik baru asuhan mereka,” ucapnya.

Ali menambahkan, dalam PLS ini, siswa baru diberikan materi tentang proses pembelajaran di sekolah dan metode pembelajaran yang ada di SMKN 1 Kendari. Selain itu, mereka juga mendapat materi cara belajar yang baik.

“Kami juga akan mengundang Badan Narkotika Nasional (BNN), dan pihak kemanan dan ketertiban masyarakat lainnya agar peserta didik baru ini lebih memahami dan mematuhi apa sebenarnya program yang dianjurkan dan dilarang oleh pemerintah,” tandasnya. (m1/nur)

To Top