Headline

Polisi Cokok Pencuri 40 Unit Motor di Kota Kendari

Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi SIK bersama Kapolsek Poasia Kompol Arfah meninjau barang bukti motor curian yang diamankan. (FOTO:KASMAN/BERITA KOTA KENDARI)

KENDARI, BKK – Kepolisian Sektor (Polsek) Poasia menangkap seorang spesialis pencuri kendaraan bermotor di Kota Kendari.

Tersangka yang diketahui bernama Suwono (43) diringkus di bilangan Kemaraya Kota Kendari, Senin (14/5) sekira pukul 03.30 Wita.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaidi SIK, Senin (21/5) mengurai, penangkapan tersangka ini bermula dari laporan seorang korban korban yang kehilangan motor.

Motor jenis Yamaha Mio dengan nomor polisi (nompol) DT 3009 IF hilang di depan Sun-Tea Coffee, Jalan AH Nasution Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari, Minggu (13/5) sekira pukul 21.00 Wita.

Berdasarkan laporan yang dibuat Asriati ini, polisi melakukan penyelidikan. Dalam waktu yang tidak sampai 1×24 jam, polisi berhasil mengungkap pelaku yang mencuri motor milik Asriati.

Hasil pengembangan, ternyata tersangka telah melakukan pencurian 40 unit motor di Kota Kendari. Aksi ini dijalankan sejak 2014 silam.

Jemi mengungkapkan, tersangka menjalankan tabiatnya seorang diri. Caranya, sambung dia, tersangka terlebih dulu mengintai sepeda motor yang diparkir sedang dalam tidak terkunci leher. Kemudian, mendorongnya ke tempat yang jauh dari posisi parkir semula.

“Dan, kemudian tersangka membunyikan motor tersebut dengan cara memotong kabel kelistrikan motor menggunakan pisau kater,” terangnya.

Seluruh motor curiannya ini kemudian dijual ke Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Harga per unitnya bervariasi yakni antara Rp 2 juta sampai Rp 4 juta.

Jemi menambahkan, seluruh barang bukti tersebut diamankan pada tiga wilayah pemesaran tersangka yakni Kecamatan Konda, Moramo, dan Moramo Utara.

“Kami melakukan upaya persuasif terhadap para pembeli (motor curian, red). Mereka secara sukarela mau menyerahkan,” ujarnya.

Perwira polisi denga dua melati di pundak ini mengimbau, kepada para korban yang merasa kehilangan motor untuk datang mengecek sendiri di Mapolsek Posia, dengan membawa bukti-bukti kendaraan.

Yaitu surat tanda nomor kendaraan (STNK), buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), serta tanda bukti laporan kehilangan kendaraan.

“Sudah banyak masyarakat yang datang mengecek motor. Silakan, bagi yang kehilangan motor datang koordinasi saja dengan pihak Polsek Poasia,” imbuhnya.

Dibeberkan, dari 40 unit motor yang dicuri tersangka, 15 di antaranya berada pada tempat kejadian perkara (TKP) Poasia. Lalu, ada di Kecamatan Kendari, Baruga, dan Mandonga.

Lebih lanjut, Jemi mengatakan, tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Safaat, salah seorang korban yang ditemui di Mapolsek Poasia mengaku, dari 40 motor yang diamankan polisi tersebut, salah satunya adalah kendaraan miliknya yang hilang pada 17 Maret 2018.

Motor Yamaha Soul merah dengan nompol DT 3596 ID ini dicuri pada siang hari, di parkiran dosen Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

“Itu moto saya parkir di parkiran dosen fakultas pertanian jam 12 siang. Tapi pas saya keluar sudah tidak ada,” tuntas Safaat yang tidak lain dosen UHO. (man)

To Top