Zakat Fitrah, Tertinggi Rp 30 Ribu Per Orang – Berita Kota Kendari Online
Lingkar Sultra

Zakat Fitrah, Tertinggi Rp 30 Ribu Per Orang

Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga saat memimpin rapat penentuan zakat fitrah pada bulan suci Ramadan 1439 H

ANDOOLO, BKK – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) telah menetapkan jumlah atau nilai pembayaran zakat fitrah pada bulan suci Ramadan 1439 H/2018 M. Pembayaran zakat fitrah beragam. Bagi warga yang mengonsumsi beras super membayar zakat fitrah 3,5 kilogram dengan nilai uang 30.000 per kepala/jiwa atau per orang. Sementara warga yang mengonsumsi beras Konawe, yakni 2,5 kilogram dengan nilai uang Rp 25.000.

Penentuan pembayaran zakat fitrah tersebut sesuai hasil rapat bersama Kementerian Agama Kemenag) Konsel, Rabu (16/5). Rapat terseut juga membahas jadwal Safari Ramadan.

Rapat tersebut dipimpin Bupati H Surunuddin Dangga ST MM didampingi Sekda Konsel Ir H Sjarif Sajang MSi, Asisten I Setda Ir Agusalim MSi, dan Kakandepag Konsel Adnan Saufi SPd MSi,  Ketua Baznas, Ketua MUI dan para Kepala OPD, Bagian, Camat Lingkup Pemda Konsel bertempat di Ruang Rapat Rujab Bupati.

Surunuddin menyampaikan, sesuai data hasil survei Tim Disperindag harga rata-rata beras di pasaran yang biasa dikonsumsi masyarakat Konsel, maka diputuskan untuk pembayaran zakat fitrah kali ini adalah 3,5 kg atau senilai Rp 30 ribu dan 2,5 kg atau Rp 25 ribu per jiwa.

“Saya imbau kepada seluruh OPD lingkup Pemda Konsel wajib membayar zakat di Kabupaten Konsel, jangan di tempat lain, termasuk diri saya pribadi akan membayarkan zakat fitrah dan  zakat mal penghasilan senilai 2,5% dari total gaji saya sebagai bupati setiap bulan,” tegas Surunuddin.

Dia juga menyampaikan, sesuai Keputusan Kemenag RI yang telah menentukan awal puasa pada Kamis (17/5) untuk seluruh umat Islam Indonesia, maka pihaknya mengundang seluruh pihak terkait hingga camat agar melakukan pertemuan sebagai persiapan mengisi kegiatan Ramadan dengan melakukan safari sekaligus menentukan besaran zakat fitrah.

Untuk Safari Ramadan dimulai pada Sabtu yang dilaksanakan selama 11 hari dengan jangkauan 25 kecamatan dan berakhir 8 hari sebelum Salat Id.

Dia menjelaskan, kegiatan safari terbagi dalam tiga tim. Sehari bisa menyelesaikan kunjungan pada 3 kecamatan sekaligus. Sebelumnya berkumpul di satu titik mewakili kecamatan tersebut dengan anggotanya seluruh pimpinan OPD dan bagian tanpa terkecuali serta unsur Forkopimda, MUI, dan Baznas.

“Salah satu contoh alur pembagiannya, pada hari sabtu tim akan safari di 3 kecamatan sekaligus yakni di Laeya, Lainea, dan Wolasi. Seluruh tim berbuka puasa dipusatkan di Punggaluku, Kecamatan Laeya sekaligus peresmian Puskesmas setempat. Usai salat Magrib tim berbagi tugas dan menyebar ke 2 kecamatan berikutnya yang telah ditentukan, dan selanjutnya sama di wilayah lain,” urai Surunuddin.

Surunuddin mengatakan, setiap tim yang telah dibentuk wajib hadir dan mampu membawakan ceramah, sehingga bagi para pimpinan OPD termasuk para kepala bagian, camat yang memiliki kemampuan dakwah agar mengaplikasikannya pada kegiatan ini.

“Ini juga sekaligus yang terpenting adalah bagaimana mendekatkan diri kepada masyarakat dengan menyosialisasikan seluruh program Pemda yang telah dilaksanakan dan akan diterapkan agar masyarakat juga tahu apa yang dikerjakan dan memberikan pemahaman pentingnya berzakat sekaligus menyampaikan besaran zakat fitrah dan zakat mal,” jelasnya.

Kegiatan ini, ujar Surunuddin, bisa membuat masyarakat senang dan terbantu mendapatkan informasi akurat dengan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Dalam setiap kegiatan termasuk kegiatan keagamaan ini, juga sebagai bagian dari pengawasan kepada masyarakat agar satu persepsi dan pemahaman dengan pemerintah untuk mencegah beda pendapat yang dapat merugikan sekaligus untuk meningkatkan amal ibadah. (cr13)

To Top