Kasuistika

Polres Timika Hentikan Kasus Ijazah Palsu Wabup Busel

BATAUGA, BKK- Kasus dugaan pemalsuan ijazah Wakil Bupati (Wabup) Buton Selatan (Busel) H La Ode Arussani telah dihentikan. Polres Timika resmi mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) pada April 2018 lalu.

H La Ode Arussani melalui kuasa hukumnya, Imam Ridho Angga Yuwono SH menerangkan, perkara yang dilaporkan Yohanes Frits Aibekob ini dihentikan mengingat tidak diperolehnya bukti yang cukup.

“Jadi SP3 perkara ini tertuang dalam surat Polres Timika Nomor S.TAP/551/V/2018/Reskrim, tertanggal 30 April 2018,” ungkapnya.

Dikatakan, menurut Polres Timika, meski Arussani sudah diperiksa dua kali, sejauh ini tidak adanya data pendukung yang dapat membuktikan terjadinya pemalsuan tersebut, sehingga perkara tersebut tidak bisa dilanjutkan.

“Jadi Polres Timika sudah minta itu data pendukung berupa buku induk siswa SMPN Banti Tembagapura, daftar peserta ujian nasioal SMPN Banti Tembagapura, dan daftar penerima ijazah SMPN Banti Tembagapura baik dari sekolah maupun dinas, namun semua itu tidak ada. Sehingga, perkara tersebut tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan,” jelasnya.

Angga menambahkan, dengan adanya titik terang tersebut, kliennya sangat bersyukur, ini kemudian membuat Arusani memimpin di Buton selatan bisa fokus.

Ia juga mengaku kliennya tidak akan melapor balik atas pencemaran nama baik.

“Dengan adanya putusan ini saya kira jelas pemalsuan ijazah ini sudah tidak terbukti. Dan, untuk selanjutnya permintaan klien saya untuk persoalan ini tidak diperpanjang lagi, sehingga pihaknya bisa fokus dalam menjalankan roda pemerintahan,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Busel termasuk pihak peduli pendidikan di Papua melaporkan wakil bupati terpilih, La Ode Arusani, ke Polres Mimika pada 4 Desember 2017 lalu.

Arusani diduga kuat menggunakan ijazah palsu saat maju mendampingi Agus Feisal Hidayat sebagai pasangan calon nomor urut tiga pada Pilkada Busel. (k1/iis)

To Top