Headline

Polda Siaga Anti Teror, Minta Masyarakat Tetap Tenang

Beberapa personel kepolisian bersenajata lengkap melakukan pemeriksaan pada setiap kendaaran tamu yang masuk ke Mapolda Sultra. (FOTO:KASMAN/BERITA KOTA KENDARI)

KENDARI, BKK – Kepolsian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berikut jajaran meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya aksi teror yang terjadi di Jawa Timur.

Bahakn, Polda Sultra bersama tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabespolri) telah mengidentifikasi ada tidaknya jaringan teroris di Bumi Anoa.

“Identivikasi sel terduga teroris di Sultra sudah dilakukan tim Densus 88,” terang Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harry Goldenhardt.

Polda Sultra dan jajaran telah mendapatkan petunjuk dari Mabespolri Markas Besar untuk meningkatkan kewaspadaan. Baik di lingkungan markas kepolisian, di asrama maupun perumahan milik anggota polri.

“Termasuk, kita juga akan meningkatkan kewaspadaan di mana masyarakat beraktivitas. Baik pelaksanaan ibadah di Masjid maupun di Gereja, juga aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan,” katanya Harry.

Dia mengakui, markas kepolisian dan rumah ibadah menjadi sasaran utama teroris. Untuk itu, pihaknya meningkatkan kewaspadaan dan keamanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

“Prosedur pos penjagaan masuk di markas kepolisian lebih diperketat. Dari kepolisian Polda Sultra dan jajaran telah melakukan maping (pemetaan) di wilyah masing-masing untuk kegiatan keagaman akan diberikan pengamanan,” katanya.

Harry menambahkan, pihaknya selalu memperbaharui analisis perkembangan situasi

Dikatakan, teror yang terjadi akhir-akhir ini dilakukan jemaah ansarut daulah (JAD) yang beraviliasi dengan Islamic State Irak and Syria (ISIS). Data mengenai ada tidaknya jaringan JAD di Sultra sudah dipegang Densus 88.

“Dan, di Sultra sampai dengan saat ini data tersebut ada di tim Densus 88. Polri bersama TNI yang ada di Sultra, akan meningkatkan kewaspadaan terhadap sel-sel teroris, baik di Kendari maupun di daerah lain di Sultra,” tandasnya.

Perwira polisi dengan dua melati di pundak ini mengimbau, masyarakat Sultra tetap tenang beraktivitas seperti biasa. Karena, Polda Sultra dan Densus 88 Anti Teror Mabespolri sedang bekerja.

Harry menegaskan, tindakan teroris ini jangan dikaitkan dengan satu ajaran agama apa pun. Terorisme adalah tindakan atau pemahaman dari ajaran yang menyesatkan,” katanya.

“Saya meminta masyarakat Sultra untuk tidak men-share foto dan video korban teroris di media sosial. Karena tanpa kita sadari, dengan men-share gambar korban maka sama saja mempublikasikan tindakan keberhasilan terorisme,” pungkasnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan seluruh kepolisian daerah (polda) dan di bawahnya untuk menetapkan status Siaga Satu (I).

Hal ini menyusul rentetan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, instruksi tersebut sudah disampaikan Tito kepada para kapolda di Indonesia melalui konferensi video.

“Tadi pagi Kapolri sampaikan ke kapolda untuk meningkatkan waspada dan jaga keamanan lebih baik lagi,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/5).

Setyo mengungkapkan, Siaga I ini diminta segera dipatuhi oleh seluruh internal Polri di mana pun bertugas. Sementara untuk kondisi sosial, masyarakat diminta tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Dengan adanya Siaga I di internal Polri, Setyo menyebut, setiap markas polisi dan tempat lain yang terkait, akan ditingkatkan pengawasannya. Mulai dari penambahan jumlah personel dan frekuensi patroli.

“Artinya Siaga I, kami tingkatkan personel, kegiatan, tapi itu untuk kegiatan Polri internal. Untuk masyarakat silakan beraktivitas, kami akan tetap menjaga masyarakat,” pungkas Setyo. (man)

To Top