Bisnis & Ekonomi

Harga Sembako di Pasar Lombe Melonjak

Suasana aktivitas jual beli di Pasar Lombe, Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah. (Foto: Ahmad Ridha/BKK)

LABUNGKARI, BKK – Jika setiap menjelang bulan suci Ramadan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) selalu naik, maka menjelang bulan Ramadan 1439 H tahun ini, harga sejumlah kebutuhan pokok mulai melonjak.

Lonjakan harga ini terjadi di Pasar Lombe, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Pantauan koran ini, Senin (14/5), komoditas seperti telur, bawang merah, serta bawang putih yang lebih awal mengalami kenaikan harga,

Sementara harga sejumlah komoditas pasar lainnya masih cenderung stabil. Dari pengakuan sejumlah pedagang, harga telur naik dari Rp 37 ribu menjadi Rp 45 ribu per rak.

Begitu pula dengan bawang merah. Komoditas ini naik naik dari harga Rp 27 ribu menjadi Rp 35 ribu per liter, sementara bawang putih naik dari harga Rp 30 per kg kini dijual Rp 35 ribu per kg.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga adalah gula pasir yang naik dari Rp 13 ribu menjadi Rp 14 per kilogram. Untuk terigu merek Kompas harganya masih cenderung stabil yakni Rp 10 ribu per kilogram, serta Rp 7 ribu untuk merek Lencana.

“Kalau harga beras, dia justru menurun. Awalnya beras ketan Rp 20 ribu untuk harga per liter kini hanya Rp 18 ribu perliter, beras biasa juga turun dari Rp 300 ribu per karung 25 kg menjadi Rp 280 ribuan per karungnya,” ujar salah seorang pedagang dipasar Lombe, Erlin (39).

Dia mengatakan, kenaikan harga Sembako seperti ini terjadi setiap tahunnya menjelang Ramadan.

“Kalau kenaikan harga seperti ini sudah tidak perlu diherankan lagi, setiap tahunnya selalu naik bahkan untuk beberapa hari kedepan sejumlah harga masih akan naik utamanya beras ketan, tegiru, dan telur,” ungkapnya.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Buteng, Asraruddin mengaku, pihaknya sudah membentuk tim pemantau harga yang melibatkan pihak terkait.

Pihaknya juga berencana akan berkoordinasi dengan para distributor agar tidak terjadi kelangkaan saat permintaan pasar mengalami peningkatan.

“Guna menjaga kesetabilan harga saat bulan ramadhan nanti, tim pemantau harga akan mengawasi harga pasar agar tidak melonjak secara drastis,” ujar, Asrarudin.

Bahkan pihaknya juga berencana akan melaksanakan pasar murah guna menekan kestabilan harga saat Ramadan nanti. (r2)

To Top