Pendidikan

Hindari Mubazir, Komputer UNBK Mesti Digunakan Siswa untuk Belajar

Abdullah Alhadza

KENDARI, BKK – Pengadaan komputer di sejumlah sekolah untuk memenuhi kebutuhan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dinilai mubazir karena hanya digunakan setahun sekali. Namun, bila aset tersebut digunakan dalam proses belajar mengajar justeru akan lebih bermanfaat.

Sebagaimana dikatakan Pengamat Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdullah Alhadza, sejumlah unit komputer yang diadakan saat UNBK baru-baru ini, sebaiknya digunakan sebagai sarana kebutuhan pembelajaran maupun prakterk peserta didik di sekolah.

“Saya kira kalau dipakai untuk UNBK saja jelas mubazir. Tapi kan, komputer harus dipakai dalam proses pembelajaran, praktek dan yang lainnya di sekolah,” ujar Abdullah saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (12/5).

Dalam proses pembelajaran pun, katanya, komputer yang ada jangan digunakan sekaligus namun disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Tentunya, komputer yang ada juga digunakan secara bergiliran.

“Sekarang ini sudah serba digital (era komputer), siswa/siswi mau tidak mau harus menyesuaikan. Kalau tidak seperti itu kita tidak akan maju-maju,” ucapnya.

Kemajuan teknologi saat ini, lanjutnya, menuntut pelajar untuk bisa menguasai komputer sejak masih di bangku sekolah. Sehingga, hal ini membutuhkan dukungan semua pihak baik pemerintah maupun mayarakat.

Sayangnya, pengadaan komputer di sekolah-sekolah masih selalu mengharapkan pemerintah pusat. Padahal, itu bisa dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) maupun masyarakat yang peduli dengan perkembangan pendidikan.

“Maka dari itu, masyarakat dan pemda harus terlibat, jangan berharap sepenuhnya dari pemerintah pusat. Sehingga, akan meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri, kalau tidak seperti itu kita akan ketinggalan,” pungkasnya. (m1/nur)

To Top