Suksesi

Bakal Permanen Menjadi Bawaslu, Panwaslu Persiapan Diri Terpilih Kembali

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten/Kota akan dipermanenkan menjadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Perubahan dari lembaga adhoc menjadi lembaga permanen ini, sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Khusus Panwaslu kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah tugas mengawal pemilihan gubernur dan wakil gubernur usai, mereka harus menjalani serangkaian evaluasi sebelum akhirnya disahkan menjadi Bawaslu.

Bawaslu RI juga akan kembali membuka seleksi komisioner untuk menambah jumlah dari tiga menjadi lima, sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 itu.

Namun demikian, anggota panwaslu yang ada saat ini belum dipastikan terpilih kembali. Sebab, meski nantinya tak lagi ujian tertulis melalui sistem CAT, mereka juga tetap harus menjalani serangkaian evaluasi serta mengikuti tes psikologi dan fit and proper test (uji kelayakan dan kepantasan).

Dengan demikian, agar dapat terpilih kembali, para panwaslu yang ada saat ini pun harus mempersiapkan diri mengikuti serangkaian tes yang akan dijalani nanti.

“Soal perubahan nama dari panwaslu menjadi bawaslu kabupaten/kota, wewenang juga pasti bertambah. Intinya, dalam menjalankan tugas kita sudah harus lebih berkompeten. Kita harus paham atas bertambahnya kewenangan kita sebagai pengawas. Secara sumber daya manusia juga, pastinya harus lebih bagus,” jelas Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga Panwaslu Kota Kendari, La Ode Hermanto saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Minggu (13/5).

Hal senada juga disampaikan Koordinator Hukum Penanganan Pelangaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Kabupaten Kolaka, Iswanto. Namun, dengan memiliki kinerja dan pengalaman yang baik mengenai tugas-tugas yang harus dijalaninya, ia optimis dapat lolos melalui tahapan seleksi yang akan dilaksanakan Bawaslu Ri nanti.

“Sebagai salah satu komisioner yang dilantik berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang penyelenggara pemilu, kalau nanti tahapannya kami harus di seleksi, kita ikuti seleksi. Tapi, nanti kalau saya ditanya pada saat evaluasi oleh Bawaslu RI, saya akan menjawab puluhan pelanggaran pilkada yang kami temukan,” kata Iswanto. (p1/nur)

To Top