Suksesi

51 ASN Diproses Panwaslu Kolaka

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Sejak tahapan Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) Kolaka berjalan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat telah mencatat sebanyak 51 Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Mereka diduga terlibat aktif mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Koordinator Hukum Penanganan Pelangaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Kabupaten Kolaka, Iswanto, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Minggu (13/5), mengatakan bahwa ke 51 ASN itu telah diproses dan juga sudah direkomendasikan ke Komisi ASN (KASN), kemudian ke kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Kemenpan RB), dan ke Bupati Kolaka sebagi pejabat pembina kepegawaian di daerah setempat.

“Temuan yang terakhir, pada saat kampanye pasangan calon nomor urut 1 yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kolaka. ASN yang bersangkutan kedapatan hadir di kampanye itu. Untuk temuan itu, saat ini sedang ditangani oleh Panwas Kecamatan Kolaka,” jelas Iswanto.

Selain itu, hingga saat ini Panwaslu Kolaka sudah menangani sebanyak 40 temuan kasus dan lima laporan masyarakat. Dari jumlah tersebut, pelanggaran terbanyak adalah pelanggaran kode etik penyelenggara pilkada dan 52 ASN yang terlibat aktif selama Pilkada 2018 berlangsung.

“Kalau untuk pelanggaran kode etik penyelenggara, kami sudah rekomendasikan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum),” ungkapnya.

Diketahui, dalam Pilkada serentak 2018 ini, di Sulawesi Tenggara, selain pemilihan gubernur, ada tiga kabupaten/kota yang juga menggelar pilkada yakni Kabupaten Kolaka, Konawe, dan Kota Baubau. (P1/nur)

To Top