Lingkar Sultra

RAHA, BKK – Jika dibandingkan tahun 2017, angka pelanggaran berlalu lintas di Kabupaten Muna yang terjaring dalam Operasi Patuh 2018, meningkat signifikan. Pada tahun 2017 lalu tercatat cuma 335 pelanggaran berlalu lintas, yang terjaring dalam Operasi Patuh. Namun tahun 2018, anggka pelanggaran mencapai 872 pelanggaran berlalu lintas.

Kanit Regident Satlantas Polres Muna Ipda La Ode Tamuli menyebutkan, jumlah pelanggaran berlalu lintas yang terjaring dalam Operasi Patuh 2018, naik mencapai 160 persen, dibanding tahun lalu.

” Pelanggaran didominasi oleh kendaraan roda dua. Tercatat ada 774 kendaraan roda dua, yang terjaring dalam Operasi Patuh tahuh ini. Sedangkan kendaraan roda empat tidak terlalu banyak cuma ada 98 kendaraan, yang kita tilang,” terang perwira dengan satu balak di pundak ini pada sejumlah media di di Polres Muna, Raha, Sabtu (12/5).

Operasi Patuh 2018 di Kabupaten Muna digelar sejak tanggal 26 April 2018 dan berakhir tanggal 9 Mei 2018. Dari operasi itu terjaring dengan total 872 pengendara yang melanggar tata tertib lalu lintas. Menurut IPDA La Ode Tamuli, pelanggaran berlalulintas paling banyak tidak miliki STNK, SIM dan helm.

“Yang tidak miliki SIM ada 262 pengendara, tidak pakai helm ada 85 pengendara, kemudian tidak miliki STNK ada 239 pengendara, melawan arus ada 24 pengendara, kendaraan yang tidak layak jalan ada 42 pengendara. Kemudian yang tidak miliki lampu ada 3 pengendara, tidak miliki nomor kendaraan ada 24 pengendara, tidak miliki kelengkapan kendaraan ada 4 pengendara dan tidak mematuhi perintah petugas ada 15 pengendara,” terang La Ode Tamuli.

Sedangkan pelanggaran roda 4 katanya tidak pakai sabuk pengaman ada 52 pengendara, melawan arus 1 pengendara, tidak miliki tanda nomor kendaraan 1 pengendara, muatan over loading 5 pengendara, pengendara dibawah umur 3, tidak memiliki SIM 11 pengendara, tidak ada STNK 21, dan pelanggaran lain 5 pengendara. (r1/lex)

To Top