Suksesi

Dugaan Mahar Politik Partai NasDem di Pilwali Kendari Diungkit

Demo puluhan massa di Kantor DPW Partai NasDem Sultra, Selasa (8/5). (FOTO:KASMAN/BERITA KOTA KENDARI)

KENDARI, BKK – Tuntutan pergantian Tony Herbiansyah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sulawesi Tenggara (Sultra) di suarakan kelompok massa yang menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (8/5).

Massa yang menggelar aksi di Kantor DPW NaDem Sultra, menuding Tony telah melakukan pungutan sebagai mahar politik terhadap Bakal Calon Wali Kota Kendari 2017 lalu.

“Sangat memprihatinkan adanya mahar politik ini justru lahir dari partai yang gencar mengampanyekan politik tanpa mahar dan tanpa syarat,” teriak koordinator lapangan, Riman melalui pengeras suara.

Mereka menilai, mahar politik yang diduga dilakukan Bupati Kolaka Timur (Koltim) itu, telah mencederai cita-cita NasDem.

Riman menjelaskan, mahar politik ini dikeluarkan oleh seorang calon kepala daerah sebagai syarat untuk mendapatkan partai tersebut sebagai kendaraan dalam bertarung di pesta demokrasi.

Dalam aksinya, massa membagikan beberapa bukti pengambilan uang Tony kepada Ishak Ismail yang marupakan Bakal Calon Wali Kota Kendari Ishak Ismail dan pemilihan wali kota (pilwali) 2017 lalu.

Riman mengungkapkan, Ishak Ismail telah melaporkan kelakukan Tony ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem. Dalam laporan itu, sebut dia, Tony telah mengambil uang dari Ishak sebesar Rp 175 juta sebagai mahar mendapatkan partai besutan Surya Paloh itu dalam Pilwali Kendari.

“lni salah satu bukti rapuhnya cita-cita Partai NasDem dalam memerangi politik transaksional di Sultra. Politik transaksional yang dilakukan oleh ketua DPW Nasdem Sultra. Jika terus didiamkan DPP, tidak menutup kemungkinan bakal menggerus kepercayaan masyarakat terhadap partai ini,” tandasnya.

Atas dugaan ini, massa menagih janji Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang terus menolak mahar politik.

Puluhan massa mendesak Surya Paloh segera memproses Iaporan terjadinya mahar politik di DPW NasDem Sultra pada Pilkada 2017 tersebut. Selain itu, mereka juga menuntut pergantian Ketua DPW NasDem Sultra tersebut.

Sayang, tak ada satu pun pengurus NasDem yang menemui massa aksi itu. Kantor DPW Partai NasDem Sultra dalam kondisi terkunci rapat.

Fungsionaris DPW Partai NaDem Saninuh Kasim yang dikonfirmasi menegaskan, di partainya memang tanpa mahar.

“Hanya memang kita tidak bisa dipungkiri ada orang yang mau masuk dalam persoalan ini untuk menjatuhkan citra partai,” katanya melalui sambungan telepon.

Menurut dia, aksi sekelompok massa ini mempertajam posisi Ketua DPW NasDem Sultra Tony Haerbiansyah seolah-olah di ujung tanduk.

“Keraguan saya, ini kan menjelang pilgub (pemilihan gubernur). Jangan sampai (isu) ini digiring ke pilgub. Dengan menjatuhkan citra NasDem maka harapannya adalah mau mengalihkan konstituen NasDem, kira-kira begitu,” terangnya.

Kasim mengancam, jika isu ini terus dilakukan dan tanpa bisa menunjukan bukti maka pihaknya akan segera mengambil langkah hukum.

“Kita tidak akan tinggal diam dengan persoalan ini. Karena NasDem itu tanpa mahar, kalau ada Ishak Ismail dengan individu lain, itu urusan dia, bukan urusan partai,” pungkasnya. (man/nur)

To Top