Usai Beberkan Makelar Seleksi KPU, Hidayatullah Hari Ini Mengadu ke Polda – Berita Kota Kendari Online
Suksesi

Usai Beberkan Makelar Seleksi KPU, Hidayatullah Hari Ini Mengadu ke Polda

Hidayatullah

KENDARI, BKK – Dugaan praktik suap dalam seleksi calon anggota komisi pemilihan umum (KPU) pada 15 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mengemuka ke publik.

Ketua KPU Sultra Hidayatullah menyebut, parktik ini dijalankan makelar untuk meminta sejumlah uang kepada para peserta, dengan janji akan diluluskan sebagai komisioner KPU kabupaten/kota.

Diungkapkannya, besaran dana yang diminta para makelar ini bervariasi. Mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Ada yang dimintai Rp 300 juta dan Rp 250 juta. Saya tidak menuduh timsel (tim seleksi), tapi ada makelar yang bekerja untuk meminta sejumlah uang, dengan janji untuk diluluskan,” kata pria yang akrab disapa Dayat kepada sejumlah awak media di Kendari, Sabtu ( 14/4).

Dia mengaku, belum mengetahui pasti ada tidaknya hubungan makelar dengan timsel. Sehingga, untuk mengungkap itu hari ini, Senin (16/4), Dayat akan mengadukan hal itu ke Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

“Apa kaitan makelar dengan timsel makanya saya akan tindak lanjuti ke Tim Saberpungli Polda Sultra untuk mencari tahu identitas dan sepak terjang para makelar ini,” katanya.

Dayat berdalih, dirinya sengaja membeberkan ini ke publik, untuk menyelamatkan 15 kabupaten/kota yang sedang seleksi. Sebab, banyak orang-orang baik yang ikut dalam seleksi tersebut.

Adanya makelar ini, tambah dia, sudah disampaikan ke KPU RI. Sehingga, KPU RI menyepakati akan dilakukan supervisi pada 15 kabupaten/kota.

“Dan kita tidak ingin mereka juga menjadi problem seperti seleksi kita di provinsi. Nah, ini tanggung jawab moral dan kelembagaan bagi saya membantu KPU RI untuk kita pikirkan bersama-sama,” ujarnya.

Makanya, menurut Dayat, proses wawancara seleksi KPU di 15 kabupaten/kota harus disaksikan langsung KPU RI.

Rencananya, tambah dia, KPU RI dan KPU Sultra akan membentuk tim untuk mengikuti proses seleksi.

“Jadi pada tiga zona itu akan dihadiri KPU-RI untuk mengetahui bagaiman proses wawancara terjadi. Bahkan, pleno penetapan enam nama pun harus disaksikan KPU RI sebagai pelaksanaan supervisi untuk mengetahui proses meluluskan para peserta,” pungkasnya. (man/nur)

To Top