Headline

Pemkot Masih Gagal Atasi Anjal Dan Kemiskinan

Salah satu potret kemiskinan yang ada di Kota Kendari

KENDARI, BKK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, La Ode Azhar menyebut program Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam mengatasi kemiskinan dan anak jalanan (anjal) hingga kini belum berhasil.

Hal tersebut terlihat jelas dengan masih maraknya anjal dan masyarakat miskin yang harus mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidup dibeberapa pusat perbelanjaan dan beberapa titik lampu merah di Kota Kendari.

“Banyaknya temuan seperti ini, menunjukan program-program pemerintah belum efektif atau bisa dibilang tidak berhasil,” kata La Ode Azhar melalui sambungan telepon genggamnya, Minggu (15/4).

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, kemiskinan dan anjal tidak dapat diberantas, terletak pada kurangnya lapangan kerja yang disiapkan Pemkot Kendari serta tidak adanya pelatihan atau pembinaan yang diberikan untuk menambah nilai kreatifitas masyarakat dalam membuka lapangan kerja.

“Inilah kelemahan kita, sehingga untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan anjal masih jauh dari kata berhasil.

Kebijakan pemerintah hanya penertiban dan melupakan program untuk mengatasi,” jelasnya.

Padahal, lanjut dia, Pemkot sendiri memiliki program yang cukup baik dalam mengatasi kondisi seperti itu.

Diantaranya, program persaudaraan madani yang telah ada sejak periode pertama Wali Kota Kendari, Ir Asrun.

Program ini, subtansinya ialah setiap satu orang mampu menangani satu orang miskin, tetapi sayangnya aplikasi dilapangan tidak berjalan baik seperti isi dalam program tersebut. Bahkan, ketersediaan lapangan kerja pun masih cukup memprihatinkan.

“Solusi atas persoalan ini sebenarnya cukup mudah, asal pihak Pemkot Kendari serius. Langkah awal melakukan pendataan, lalu melakukan pelatihan dan kemudian membuka lapangan kerja,” paparnya.

Untuk itu, Azhar juga berharap Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari bisa bekerja sama untuk menertibkan anjal dan mendata warga miskin untuk dibina, bukan hanya ditangkap.

“Yang terpenting adalah pembinaannya dengan memberikan keterampilan bagi mereka. Jadi, mereka juga bisa membuka usaha sendiri secara mandiri tanpa harus menunggu dari pemerintah,” pungkasnya.(Cr5/lex)

To Top