Headline

Hidayatullah Menggoyang Hasil Seleksi KPU

KENDARI, BKK – Terhitung tinggal 36 hari lagi masa jabatan Hidayatullah sebagai ketua sekaligus anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hidayatullah menyebut, ada beberapa masalah yang terjadi dalam seleksi Calon Anggota KPU Sultra.

Sayang, pria yang akrab disapa Dayat ini tidak mau menyebut secara rinci masalah yang dimaksud. Sebab, semuanya telah disampaikan ke KPU-RI.

“Nanti saya menjadi orang bebas maka saya selesaikan masalah ini. Nanti setelah saya tidak jadi komisioner maka urusan-urusan ketidakberesan seleksi KPU provinsi, ini urusan saya,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (14/4).

Namun, dayat tidak menyebut bentuk penyelesaian yang dimaksud. Apakah ke ranah hukum atau jalur lainnya.

“Pokoknya lihat saja nanti, setelah saya tidak ber-KPU baru saya selesaikan urusan ini, karena tidak mungkin saya konflik kepentingan. Profesor Doktor mengerti soal masalah-masalah ini, tidak perlu juga saya harus sampaikan (pelanggarannya, red),” ucapnya.

Dayat mengaku, setelah bebas tugas dari komisioner KPU Sultra, dirinya akan kembali menjadi aktivis sosial.

“Saya akan kembali memabangun kekuatan sosial. Iya (parlemen jalan, red) itu habitat saya,” katanya.

Menurut Dayat, proses seleksi Calon Anggota KPU Sultra tidak lepas dari intervensi politik lokal. Sehingga, dirinya ingin menjaga adanya kemungkinan penyusup yang dititip di badan penyelenggara.

“Mungkin tuhan menitip saya dari luar untuk membersihkan dan menyelesaikan masalah-masalah seperti ini.

Mungkin tidak cocok saya di KPU, makanya saya katakan, untuk urusan saya dengan timsel yang ini setelah saya tidak di KPU, saya selesaikan memang,” ancamnya.

Dayat mengaku, sudah menerima keputusan timsel tidak meluluskan dirinya di 10 besar dalam seksi calon anggota KPU provinsi, baik atau buruk.

Ditambahakna, dirinya sudah mendengarkan penjelasan dari Ketua Timsel Dr M Najib Husain SSos MSi, dirinya tidak lulus karena masalah yang ada di Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK).

Selain itu, ada pul perkara korupsi di KPU Kota Kendari yang melibatkan Syam Abdul Jalil. Timsel menganggap Dayat terlibat dalam perkara korupsi dana hibah Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari 2012 senilai Rp 1,3 miliar.

“Tentunya saya juga perlu klarifikasi. Mengklarifikasinya dengan cara meminta perlindungan dari KPU-RI. Ada tuduhan, baik dari timsel maupun masyarakat sehingga harus diklarifikasi di KPU-RI sebagai pimpinan saya,” ucapnya.

Dua tuduhan itu, kata dia, sudah klir. Untuk kasus Syam Jalim sudah memiliki ketuatan hukum tetap dan tidak ada rekayasa.

“Semua yang terkait dengan KPU provinsi saya sudah sampaikan ke KPU-RI,” tuntas Dayat. (man/lex)

To Top