BI Operasi Penukaran Uang Lusuh di Pasar – Berita Kota Kendari Online
Lingkar Sultra

BI Operasi Penukaran Uang Lusuh di Pasar

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
KEPALA KANTOR Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Minot Purwahono menyaksikan pelayanan penukaran uang lusuh di Pasar Basah Mandonga, akhir pekan lalu.

KENDARI, BKK- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara melakukan operasi bersih-bersih uang lusuh atau tidak layak edar di Pasar Basah Mandonga Kendari.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono yang sekaligus memimpin langsung kegiatan mengatakan kegiatan ini sebagai bagian dari program Clean Money Policy atau uang bersih yang layak edar, yang bertujuan menyediakan rupiah dalam jumlah yang cukup, dengan berbagai komposisi pecahan serta dalam kondisi layak edar.

“Aksi tersebut dilakukan dengan memberikan layanan penukaran uang lusuh maupun rusak yang dilakukan di dua pasar tradisional, yakni Pasar Basah Mandonga dan Pelelangan Ikan,” tuturnya yang ditemui di Pasar Basah Mandonga, Sabtu (14/4).

Dua lokasi tersebut menjadi tempat yang paling banyak beredar kualitas uang di bawah standar. Melalui aksi tersebut diharapkan kualitas uang yang dipegang oleh masyarakat akan semakin baik.

Selain memberikan layanan penukaran uang, dalam kesempatan tersebut BI juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan menjaga kualitas uang. Ada lima cara memelihara uang yang disebut 5 J (Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Dicoret, Jangan Dibasahi dan Jangan Disteples/Lubangi).

Seluruh uang lusuh yang diperoleh BI nantinya akan dimusnahkan atau di buang di pembuangan akhir. Setiap bulan BI Sultra memusnahkan uang tidak layak edar antara Rp100 miliar sampai Rp 150 miliar untuk diganti dengan rupiah baru.

“Aksi tersebut mendapatan respon yang positif dari masyarakat, terlihat dari banyaknya pedagang dan pengunjung yang memanfaatkan momentum tersebut,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, BI juga melakukan penukaran uang kertas dan logam secara langsung. Jumlah uang yang disiapkan BI untuk aksi ini sekitar Rp 500 juta.

Salah satu pedagang sembako, Nursiah (36) mengatakan sangat senang ada program penukaran uang dari BI. Apalagi menjelang Ramadhan, kebutuhan uang pecahan kecil akan meningkat.

“Saya tukarkan uang saya Rp 2 juta untuk pecahan Rp2.000 dan Rp5.000,” imbuhnya.

Dari kegiatan itu pula, Nursiah mengetahui banyak hal tentang bagaimana merawat uang agar bisa tahan lama kelayakannya. “Saya selalu simpan uang di kantong tapi ternyata itu salah. Sering-sering lah BI buat kegiatan seperti ini. Minimal 6 bulan sekali,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, BI mensosialisasikan tempat-tempat yang bisa didatangi pedagang untuk penukaran uang. Selain di BI sendiri, juga ada gerai di Mall Mandonga yang siap melayani penukaran yang setiap Senin, mulai pukul 09:00 Wita. (m3/aha)

To Top