Headline

Siswi SMA Ditemukan Tewas, Tangan Terikat, dan Stengah Telanjang

ISWADI/BERITA KOTA KENDARI
Aparat kepolisian dari Polres Wakatobi saat melakukan identifikasi dan evaluasi mayat korban Wa Yati (16) di dalam kebun masyarakat wilayah Topa Liya Desa Liya Togo, Kecamatan Wangi Wangi Selatan, Wakatobi, Selasa (10/4).

WANGSEL, BKK – Warga Desa Liya menemukan sesosok mayat seorang gaid belia berumur 16 tahun di dalam kebun masyarakat wilayah Topa Liya Desa Liya Togo, Kecamatan Wangi Wangi Selatan, Wakatobi, Selasa (10/4).

Berdasarkan hasil identifikasi polisi, korban adalah Wa Yati (16), berstatus pelajar kelas 1 SMA 4 Wangi Wangi, yang beralamat di Desa Liya Togo, Wangi Wangi Selatan, Wakatobi.

Korban sebelumnya dinyatakan hilang oleh pihak keluarganya sejak Sabtu (7/4). Dia meninggalkan rumah orang tuanya sekitar pukul 15.00 Wita dengan menggunakan sepeda motor, namun hingga larut malam tak juga pulang.

Keesokan harinya, keluarga bersama warga berusaha melakukan pencarian, namun hanya menemukan kendaraan yang digunakan korban saat keluar rumah.

Tiga melakukan pencarian, barulah ditemukan mayat Hayati di dalam kebun masyarakat yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi ditemukannya sepeda motor korban.

Salah seorang warga yang menemukan mayat korban menceritakan, awalnya mereka mencium bau menyengat, karena penasaran dengan bau tersebut, mereka mendekat ke sumber bau tersebut, ternyata ada mayat seorang perempuan.

Korban ditemukan dalam kondisi telanjang , tangannya diikat ke belakang, kondisi leher sudah berulat. “Saat itu juga kami lantas melaporkannya kepada pihak kepolisian,” katanya.

Tak lama kemudian aparat kepolisian dari Polsek Wangsel dan Polres Wakatobi sampai di tempat kejadian perkara (TKP), dan langsung melakukan identifikasi lapangan, lalu mengevakuasi mayat korban.

Kasat Reskrim Polres Wakatobi, Iptu Cucuk Sutarwan, menjelaskan, dari hasil identifikasi di TKP kondisi korban saat ditemukan terdapat tanda-tanda kekerasan, ada bercak darah di bagian kepala, dan posisi tertelungkup, tangan dalam kadaan terikat, dan setengah busana (tanpa celana).

Cucuk Sutarwan mengatakan, untuk mengusut kasus ini Polres Wakatobi melalui Reskrim Polres Wakatobi kerjasama dengan Reskrim Polsek Wangsel akan melakukan penyelidikan terhadap mayat yang diduga korban pembunuhan.

Pihaknya juga saat ini masih penyelidikan dengan proses mengumpulkan informasi-informasi terhadap keluarga dan -orang-orang terdekat korban, seperti teman dekat korban.

“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sultra untuk mendatangkan Dokter Forensik dalam upaya proses autopsi berhubung kita masih terkendala dengan alat,” kata Cucu.

Salah satu keluarga korban, Arman (27) saat di konfirmasi menerangkan, pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini, dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut dengan cepat kasus pembunuhan saudaranya tersebut. (k2/lex)

To Top