Headline

Semua Cagub Santai Menjelang Debat

Kendari, BKK – Pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur akan mengikuti debat publik pertama, Kamis (5/4) sebentar malam di Grand Clarion Kendari.

Namun semua paslon mengaku santai saja tak ada persiapan khusus dalam menghadapi debat yang disiarkan live di salah satu tv nasional.

Seperti dijelaskan pasangan nomor urut 3, Rusda Mahmud – LM Sjafei Kahar melalui juru bicaranya Sukryaman menyatakan, tak ada persiapan khusus, bahkan hanya bersantai bersama keluarga dan sahabat.

“Kami baru pulang dari keliling sosialisasi di wilayah kepulauan selama 9 hari,” kata Sukryaman melalui telepon selulernya, Rabu (4/4).

Menurut dia, dalam perjalanan baik di daratan maupun di kepulauan, Rusda – Sjafei melihat langsung kondisi masyarakat khususnya di pulau-pulau kecil terkait ha-hal fundamental kebutuhan masyarakat.

“Dari hasil perjalanan ini semua akan menjadi bahan dalam materi debat nanti,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan paslon Ali Mazi – Lukman Abunawas (AMAN), bahwa mereka tidak persiapan khususnya dalam menghadapi debat.

Melalui salah tim intinya,Tahir Kimi menjelaskan, bahkan pasangan AMAN ini masih terus melakukan kampanye dialogis dalam wilayah Kota Kendari.

“Sampai tadi sore kami masih melakukan kampanye dialogis. Jadi tidak ada persiapan khusus untuk debat, karena kami yakin Pak Ali Mazi dengan segala pengalamannya sudah menguasai materi yang akan didebatkan,” katanya.

Tahir malah menjelaskan, sejumlah program prioritas yang disampaikan Ali Mazi dalam orasinya pada kampanye dialogis, Rabu (4/4), diantaranya, untuk sektor perikanan akan memberikan bantuan alat tangkap dari berbagai jenis (perahu,spead, dan kapal) lengkap dengan alat tangkap modern.

Ali Mazi juga mempriortaskan pengembangan sektor pariwisata, peningkatan jalan lingkar, dan pendidikan gratis.

AMAn juga memproramkan peningkatan kesejahtraan para pengurus dan perangkat agama dan masjid.

Paslon juga akan meningkatkan kesejahteraan bidan di seluruh desa dan setiap dusun dilengkapi dengan ambulance keliling, yang kemudian masyarakat secara gratis.

“Dokter di setiap kecamatan melayani masyarakat 24 jam. Pak AM bertekad membntu usaha pemuda produktif di setiap desa dan kelurahan,” kata Tahir Kimi.

Paslon nomor urut 2, Hugua – Asrun, dalam hal ini calon wakil gubernur Hugua malah mengisi persiapan debat dengan bersantai bersama putra Asrun, Asrizal Pratama Putra berekreasi di Pantai Nambo Kendari.

Hugua menjelaskan, pengalaman memimpin Wakatobi menjadi bekalnya dalam debat nanti untuk menjawab pertanyaan baik dari moderator maupun paslon lain.

“Tidak perlu persiapan khusus, kan bukan ujian sekolah. Saya pernah jadi bupati, yang dikerjakan gubernur dengan bupati relatif sama, jadi santai saja. Debat itu ilmu umum, kalau ada pertanyaan pasti ada jawaban. Kita punya visi-misi yang memuat apa yang akan kita kerjakan,” katanya.

Dia menegaskan, menjadi pemimpin bukan untuk menjawab pertanyaan tetapi untuk memberikan solusi dan menuntaskan permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

Ia juga memastikan, akan menjalani debat sendiri. Pasalnya, pasangannya, Asrun tengah menjalani proses hukum di KPK.

“Saya ini bisa disebut janda keren, karena suami saya sedang ada masalah, sepertinya saya sendiri ini. Jadi saya akan berdiri sendiri dan jawab pertanyaan sendiri, sepertinya saya jadi calon gubernur sekaligus wakil gubernur,” katanya.

Mantan Bupati Wakatobi dua periode ini akan menjalani debat tanpa didampingi siapapun, termasuk tim pemenangan atau dari keluarga Asrun tidak bisa mendampingi karena status calon gubernur tetap melekat kepada Asrun.

Ia juga meyakini tetap akan mendapat respon yang baik walaupun bertarung debat sendiri.

Dalam pelaksanaan debat malam nanti, materi debat akan mengulas tiga tema besar yang telah disiapkan KPU Sultra sesuai ketentuan regulasi kampanye pilkada.

Tiga tema itu dibagi dalam beberap sub tema, yaitu Tema: Reformasi Birokrasi. Sub-tema: tata kelola pemerintahan dan inovasi, serta pemerintahan.

Tema: Pelayanan Publik. Sub-tema: pendidikan, transportasi, kesehatan, dan perizinan.

Tema: Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat. Sub-tema: sarana air bersih, agama, budaya, infrastruktur, pariwisata, dan teknologi informasi. (lex)

To Top