Headline

10 Warga Sultra Dideportasi Pemerintah Malaysia

Sarifuddin Safaa

KENDARI, BKK – Pemerintah Malaysia mendeportasi sebanyak 300 orang warga Indonesia, pada Maret 2018 lalu.

Dari jumalah tersebut sebanyak 10 orang adalah warga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal atau tidak memiliki dokumen yang sah.

Asisten I Sekretariat Provinsi Sultra, Sarifuddin Safaa, menjelaskan ke 10 warga Sultra tersebut saat ini masih ada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia yaitu di Nunukan Kalimantan Utara.

“Saat ini kami masih menunggu informasi dari Pemerintah Nunukan, karena di sana akan mewawancarai lebih dulu, apakah mereka mau kembali ke Malaysia atau tidak. Kalau mereka mau kembali maka akan difasilitasi dokumen yang sah oleh pemerintah di sana,” kata Sarifuddin Safaa.

Sarifuddin menyebutkan, ke 10 warga Sultra yang dideportasi tersebut berasal dari Maligano, Wakilu, Kaledupa, Wanci, dan Buton.

Dikatakan, jika TKI ilegal tersebut mau pulang di daerahnya, maka pemerintah akan memfasilitasinya. Namun jika mereka mau bekerja di Nunukan maka pemda setempat akan memfasilitasi untuk kerja di perusahaan yang ada di sana.

“Ternyata pada saat saya wawancarai, mereka menjawab masih mau kembali di Malaysia karena pada saat dideportasi mereka tidak sama sekali membawa barang-barangnya,” katanya.

Olehnya itu, dia berharap kepada seluruh masyarakat Sultra jika mau bekerja di luar negeri harus memiliki dokumen yang sah sehingga nantinya tidak mengalami masalah hukum di negara tempatnya bekerja. (m2/lex)

To Top