Lingkar Sultra

Aksi FHK2I tidak Berkaitan dengan BKSDM

FITRI AZHARI/BERITA KOTA KENDARI
Megawati (berjilbab hitam pegang kertas) saat memberikan penjelasan pada para honorer K2 di Muna agar mereka mengumpulkan berkas dan nomor tes kepada FHK2I di Muna.

RAHA,BKK- Sejak sebulan terakhir, ribuan tenaga honorer katagori dua ( K2) di Kabupaten Muna disibukkan dengan aktivitas yang diarahkan oleh Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) yang dipimpin Megawati. Kehadiran FHK2I ini membuat Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia ( BKSDM) Muna, terpaksa harus bekerja ektra, memantau pergerakan forum ini.

Dari informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari, forum ini ternyata mengumpulkan ribuan tenaga honorer K2 di Muna dan melakukan verifikasi berkas para tenaga honorer K2, kemudian diiming-imingi akan diperjuangkan untuk diangkat menjadi PNS. Aksi FHK2I ini dipimpin seorang honorer bernama Megawati ini, terbongkar pada Minggu (1/4), setelah Kabid Mutasi dan Informasi BKSDM Muna, LM Syahrul turun ke lapangan mengecek kegiatan FHK2I, yang dipusatkan di SOR La Ode Pandu Raha.

Dihadapan ratusan para tenaga honorer, Megawati menyakinkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah legal. Bahkan kepada para tenaga honorer FHK2I ini meminta mengumpulkan berkas mereka dengan sejumlah persyaratan.

Pertama, berumur minimal 19 tahun jatuh pada tanggal 1 Januari 2005. Kedua, TMT minimal 1 Januari 2005 dan masa kerja terhitung 1 tahun per 31 desember 2005. Ketiga, bekerja di instansi pemerintah dalam hal ini instansi negeri. Keempat,
status masih aktif honor sampai saat ini. Kelima, tidak pernah terputus sampai saat ini walaupun 1 hari, dibuktikan dengan SK honor di instansi masing-masing.

Keenam,
pernah mengikuti tes CPNS K2 tahun 2013. Ketujuh, memiliki kartu tes. Kedelapan, pernah mengikuti validasi data penandatanganan SPTJM bermeterai Oleh SKPD dan Bupati pada tahun 2014. Kesembilan, dikirim datanya oleh BKD ke BKN dan MENPAN-RB pada tahun 2014

Kabid Mutasi dan Informasi BKSDM Muna LM Syahrullah, mengatakan kegiatan yang dilakukan FHK2I ini, tidak ada hubungannya dengan BKSDM Muna. ” Kegiatan FHK2I itu memang ada dan itu tidak ada hubungannya dengan BKSDM Muna

Kita juga tidak tahu kegiatan itu muncul dari mana. Pimpinan forum itu bernama Megawati. Saya sempat memantau kegiatan yang dilakukan Megawati di SOR Minggu ( 1/4). Terus terang saya kaget ada kegiatan yang menghimpun ratusan para honorer K2 agar mengumoulkan berkas meteka. Yang jelas kami tegaskan tidak ada pengangkatan K2 di Muna. Kami himbau kepada masyarakat di Muna, jangan mudah percaya dengan hal seperti ini apalagi kalau sampai diminta imbalan, “kata LM Syahrullah pada koran ini kemarin saat dikonfirmasi hal ini.

Sementara itu Kepala BKSDM Muna La Kusa saat dikonfirmasi hal ini, membenarkannya. “Memang setelah kami pantau, kegiatan FHk2I memang ada yang dipimpin Megawati. Kami juga tidak tahu Megawati itu siapa. Tapi kami tegaskan kepada seluruh honorer K2 di Muna, bahwa kegiatan yang dilakukan Megawati itu, tidak ada hubungannya dengan BKSDM Muna. Kami himbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan hal hal seperti ini. Tidak ada pengangkatan K2 di Muna,” terang La Kusa pada koran ini kemarin.

Di tempat terpisah sejumlah tenaga honorer K2 di Muna mengaku mereka memang diminta mengumpulkan berkas dan nomor tes saat mereka mengikuti tes CPNS K2 tahun 2014. “Saya dihubungi teman-teman saya sesama honorer K2. Kita minta kumpulkan berkas dan nomor tes CPNSD. Hanya kita bingung apakah hal ini memang dari BKSDM Muna, atau bukan,” kata Siska.

Hal senada juga diungkapkan Andre. “Teman-temanku honorer K2 sudah kumpul semua berkasnya. Minggu ( 1/4) terakhir pengumpulan berkas. Saya bingung, apakah memang benar ada pengangkatan honorer K2. Semua teman-temanku resah, apakah ini legal atau ilegal,” terang Andre.

Sayangnya kedua tenaga honorer ini enggan buka suara ketika ditanya apakah ada pembayaran dalam pengumpulan berkas yang dilakukan FHK2I ini. Sementara Megawati tidak berhasil diwawancarai. (r1/aha)

To Top