Pendidikan

BPOM Sultra Target Periksa Jajanan di 130 Sekolah

Suasana pemeriksaan jajanan di SMPN 1 Kendari yang dilakukan oleh BPOM Sultra. (FOTO SUMARDIN/BKK)

KENDARI, BKK – Guna memastikan jajanan sekolah tidak terkontaminasi bahan berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara (Sultra) berencana melakukan pemeriksanaan di 130 sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Pemeriksaana jananan sekolah itu sendiri, menurut Kepala Seksi Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Sultra Hasna Nur, merupakan program rutin yang dilakukan setiap bulan dengan menyasar sekolah-sekolah di sejumlah kabupaten/kota yang ada di Sultra.

“Untuk kantin atau penjual yang kedapatan melakukan penjualan jajanan yang tidak sehat, tentunya kita akan memberikan sanksi administrasi dan melakukan teguran,” ujar Hasna ditemui baru-baru ini.

Dijelaskannya, sebelum dilakukan pemeriksaan jajanan di sekolah, pihaknya melakukan sampling, pengujian dan melihat kebersihan serta sanitasi kantin.

“Kita juga akan melakukan pengawasan terhadap penjual jajanan dan hasilnya akan dilaporkan. Apabila kedapatan tidak memenuhi syarat akan dilakukan teguran,” tegasnya.

Ia pun mengimbau, agar kantin yang menjajakan jualannya di sekolah agar membiasakan hidup bersih di lingkungan kantin dan menerapkan sistim keamanan pangan. Jajanan yang dijual harus dipastikan bebas dari tiga bahaya yakni bahaya kimia, fisik dan mikrobiologi.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kendari Mahdin menyambut baik program yang dicanangkan oleh BPOM Sultra tersebut. Menurutnya, hal ini penting dilakukan agar jajanan yang ada di sekolah-sekolah dipastikan tidak berbahaya.

“Ini sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi siswa/siswi memakan jajanan yang tidak sehat yang menyebabkan sakit perut, mual-mual dan bahkan muntah. Yang sangat sulit dilacak, yang mungkin tuduhannya kepada kantin sekolah,” pungkasnya. (m1/nur)

To Top