Pendidikan

Bupati Wakatobi Diminta Perhatikan SMA Kelas Khusus Runduma

PGRI Sultra Dr Abdul Halim Momo. (FOTO SUMARDIN/BKK)SUMARDIN/BKK)

KENDARI, BKK- Sejak didirikan 2013 lalu, Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas khusus di Desa Runduma Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi, telah memberikan kontribusi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di wilayah setempat. Sayangnya, sekolah ini terkesan terabaikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekolah yang terletak di wilayah kepulauan itu hanya memiliki tiga guru setelah 10 guru lainnya memilih pindah setelah menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Wakatobi.

Kepala sekolah SMA kelas khusus Asriawati mengaku, selain minim, guru yang mengajar di sekolahnya tersebut pun semuanya berstatus honorer. Hanya dirinya saja yang PNS.

Menanggapi hal ini, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr Abdul Halim Momo mengaku prihatin. Menurutnya, pemerintah setempat mestinya mencari cara untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kita berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus. Peristiwa di Runduma ini sangat mengharu biru. Ini harus menjadi perhatian khusus Bupati Wakatobi dan sikap pemerintah pusat terhadap guru-guru yang masuk ketegori 3T (terluar, terdepan dan tertinggal ),” ucap Halim.

Dikatakannya, salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan guru di SMA tersebut, pemerintah mesti melakukan pendekatan kedaerahan dengan mengangkat guru di sekolah tersebut. Atau, mengembalikan guru PNS yang berasal dari daerah itu. (m1/nur)

To Top