Suksesi

Akui “Oleng” Saat Asrun Kena OTT, Hugua Berusaha Cari Keseimbangan

KENDARI, BKK – Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua mengaku sempat merasa kehilangan kesimbangan kerja politik yang dibangun selama ini, setelah pasangannya, Asrun terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap.

Namun, setelah kejadian itu, mantan Bupati Wakatobi dua periode ini kembali mencari keseimbangan baru dalam upaya memenangkan kompetisi Pemilihan Gubrenur (Pilgub) Sultra 2018.

“Ada kondisi di mana kita mencari equilibrum (keseimbangan) baru. Memang kita oleng, tetapi dengan keolengan itu, lalu kita sekarang recovery (pemulihan), karena mencari keseimbangan baru. Sekarang kita sudah melebihi dari keseimbangan,” ujar Hugua kepada awak media, Selasa (13/3).

Dikatakannya, masalah dugaan korupsi yang menyeret Asrun membuat tim semakin giat dan optimis untuk memenangkan pertarungan. Mengenai target kemenangan, Hugua tidak mau berandai-andai.

“Saya tidak berandai-andai, tapi menang besar. Kenyataannya sekarang sudah menang besar,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sultra ini.

Hugua mengakui, sebelum ditangkap KPK, Asrun sempat mempridiksi akan menang dengan perolehan suara 60 persen.

Menurut dia, kasus yang menjerat Asrun, hanya fenomena hukum biasa. Hugua berharap dan berdoa, Asrun bisa lolos dari jeratan hukum yang sedang berproses di KPK.

Soal riwayat penanganan kasus di KPK yang satu pun tidak lolos dari jeratan hukum, Hugua menuturkan, ada kekuasaan Tuhan yang lebih mutlak.

“Itu kan saya tidak ingin berandai-andai ke arah sana (tidak ada yang lolos dari KPK, red). Tetapi semua di dunia ini tidak ada yang mutlak semuanya, ada kekuasaan di atas yang mutlak. Kami selalu berharap dan berdoa, beliau (Asrun, red) keluar dari cobaannya,” tandasnya.

Lebih lanjut, Hugua mengatakan, kampanye dialogis pasangan Asrun-Hugua akan lebih banyak dihadiri warga. Sebab, simpatisan merasa terpanggil. (man/nur)

To Top