Lingkar Sultra

Kapal Cepat Dihadang, 86 Penumpang Tertahan Sejam

DOKUMENTASI WARGA KABAENA
SEJUMLAH warga menyaksikan aksi penghadangan terhadap kapal cepat, MV Cantika Anugerah di Pelabuhan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Selasa (13/3).

RUMBIA, BKK- Aksi pengadangan terhadap kapal cepat MV Cantika Anugrah terjadi di Pelabuhan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, pada Senin (12/3) lalu. Akibatnya, sebanyak 86 penumpang kapal tersebut harus menunggu selama satu jam sebelum akhirnya diturunkan ke pelabuhan.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari, para pelaku pengadangan yang berjumlah puluhan orang diduga merupakan suruhan dari para pemilik kapal kayu yang beroperasi dari Kabaena Barat-Kasipute. Salah seorang warga yang menyaksikan aksi itu, Fajrin (30) mengungkapkan, aksi penghadangan itu diduga dipicu masalah bisnis.

MV Cantika Anugerah beroperasi dua kali seminggu yakni Senin-Jumat dengan rute Bau-bau, Sikeli, Kasipute dan Talaga.
“Kapal ini bisa jadi pindah ketempat lain dan kemungkinan akan berlabuh di Batuawu (Kecamatan Kabaena Selatan). Begitu yang kita dengar,” ungkapnya pada Selasa (13/2).

Andri Ananta (31), warga Tedubara menyayangkan adanya pihak yang mencoba main hakim sendiri dan menghalangi akses percepatan transportasi laut di Kabaena. “Saat ini mayoritas masyarakat Kabaena menginginkan akses transportasi yang cepat. Kenapa mesti dihalangi? Seharusnya tidak ada prokontra terkait upaya percepatan akses di Kabaena,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bombana, AKBP Andi Adnan Syafruddin menegaskan akan menindaklanjuti masalah ini. Dia sudah memerintahkan Kapolsek Kabaena untuk melakukan komunikasi dengan Syahbandar untuk segera mengadakan pertemuan.

“Saya sudah arahkan Polsek Kabaena agar segera mengadakan pertemuan dengan melibatkan dinas perhubungan, camat, kepala desa, lurah dan pihak kapal Cantika serta masyarakat pemilik kapal kayu. Nanti dipertemuan itu diperiksa legalitas semua pihak dan diberikan imbauan agar tidak main hakim sendiri, ” tegasnya.

Kapolres juga berharap DPRD Bombana agar ikut dalam pertemuan itu nantinya. Kehadiran DPRD dinilai akan memperbaiki keadaan. “Intinya, kami siap memback-up full,” tutupnya. (k3/aha)

To Top