Lingkar Sultra

Bupati Konsel Serahkan 142 SK Guru Honorer


BUPATI Konawe Selatan, Surunuddin Dangga menyerahkan SK kepada 142 guru honorer di pelataran Pendopo Rujab Bupati Konsel, kemarin.

ANDOOLO, BKK- Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan resmi merekrut 142 guru berstatus honorer. Bupati Konsel, Surunuddin Dangga menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Guru Non PNS/Honorer Daerah Lingkup Pemda Konsel itu di pelataran Pendopo Rujab Bupati, Senin (12/03).

Guru-guru honorer tersebut sebelumnya mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan Pemda bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sultra sebagai tim penguji sekaligus pengawas dengan sistem komputerisasi/Computer Assisted Test (CAT). Rinciannya, jumlah guru honor untuk SMP 40 orang, SD 84 orang dan TK 18 orang.

Bupati Konsel menekankan Pemda Konsel saat ini sedang melakukan perbaikan kualitas mutu pendidikan Konsel, sehingga dalam pengangkatan tenaga guru honerer yang digaji sesuai UMR itu, dilakukan tes secara terbuka, transparan, adil dan bisa dipertanggungjawabkan. “Saat ini zaman perubahan dan keterbukaan informasi, jadi setiap pengangkatan honorer bukan seperti zaman dulu karena koneksi dan dekat pejabat langsung dapat SK honor. Pola ini kita ubah total untuk ke depannya setiap pengangkatan honorer harus melalui seleksi uji kompetensi, termasuk yang ada di kabupaten agar menghasilkan honorer berkualitas yang mampu bersaing dan bekerja maksimal,” tuturnya.

Menurutnya, perekrutan guru honor melalui sistem CAT baru pertama kali digelar di Sulawesi Tenggara. Bupati Konsel juga menyampaikan bahwa SK ini merupakan tiket untuk mendapatkan sertifikasi.

“Jika ada laporan guru honorer malas masuk kantor maka SK tersebut langsung dicabut kembali. Dan untuk tenaga pendidik yang belum lulus, agar tetap bekerja dengan terus meningkatkan kemampuannya karena akan kita buka tahapan seleksi berikutnya,” Tambahnya.

Selain itu, Surunuddin juga mengingatkan kepada seluruh ASN mulai level staf, Kasubag, Bidang, Kepala Sekolah hingga pimpinan OPD agar meningkatkan kompetensinya dengan terus belajar mengikuti perkembangan zaman, yang menuntut kemampuan untuk mengoperasikan komputer dan aplikasi berbasis digital dalam menunjang kinerja.

“Hidup adalah perjuangan dan tidak ada kata terlambat untuk belajar. Saya saja usia 65 Tahun masih terus belajar memgembangkan skill dan kompetensi. Apalagi anda yang masih muda harusnya lebih aktif mengembangkan diri sejalan dengan tuntutan zaman,” katanya.

Dia juga menghimbau kepada seluruh pegawai harus memahami UU ITE dan waspada karena banyaknya berita bohong (hoax) yang beredar di media sosial. (cr13/aha)

To Top