Lingkar Sultra

Seribuan Warga Usia Produktif Cari Kerja di Morosi

MANSIRAL/BKK
Muhammad Tahir

LASUSUA, BKK- Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara sangat perlu mencari cara untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Pasalnya, dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diskudcapil) Kolut, sepanjang 2017, ada lebih seribu warga Kolut yang mengajukan pindah domisili dengan alasan menjadi tenaga kerja.

Ironisnya, mereka yang mengajukan pindah tempat tinggal itu masih berusia produktif. Sebagian besar daerah tujuan kerja adalah perusahaan tambang di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Data kami menyebutkan, sudah lebih dari seribu warga Kolut yang mengurus surat domili pindah dengan alasan mencari pekerjaan. Mayoritas mereka tenaga produktif,” kata Sekretaris Diskudcapil, Muhammad Tahir.

Menurut Tahir, warga Kolut yang mencari pekerjaan rata-rata baru saja tamat sekolah. Mereka kemudian tertarik dengan lowongan kerja di perusahaan-perusahaan tambang di Morowali. Menurut Tahir, sebanyak 80 persen warga mengajukan pindah ke Morowali.

Sementara sisanya, juga mengajukan pindah domisili dengan alasan yang sama, yakni mencari pekerjaan. Namun mereka memilih daerah selain Morowali.

“Menurunnya hasil perkebunan yakni cokelat dan cengkeh menjadi alasan yang paling banyak warga yang pindah,” jelas Tahir.

Operator Pembuat SKCK dari Polres Kolut, Brigadir Rizal Ramadhan membenarkan banyaknya permintaan SKCK dari warga yang masih muda.
“Memang benar hampir tiap harinya, ada warga Kolut yang minta SKCK. Baik penerbitan baru dan memperpanjang,” katanya.

Dan dari data yang ada, lanjut Rizal, warga yang mengurus SKCK berusia 18 tahun ke atas atau usia produktif yang baru menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA). (cr11/aha)

To Top