LSP Angin Maammiri Uji Kompetensi Kepada Siswa SMKN 3 Kendari dan Industri – Berita Kota Kendari Online
Aktualita

LSP Angin Maammiri Uji Kompetensi Kepada Siswa SMKN 3 Kendari dan Industri

Suasana uji kompetensi di bidang perhotelan dan restoran oleh LSP Angin Maammiri, (Foto:Ria/BKK)

KENDARI,BKK- Lembaga Serifikasi Profesi (LSP) Angin Maammiri melakukan uji kompetensi khususya bidang perhotelan dan restoran di Hotel Venus Kendari, Tahun 2018 kuota di Sultra 200 orang.

“Yang hadir dari SMKN 3 Kendari dan dari industri, jadi mereka ini akan disertifikasi sesuai dengan pekerjaannya di hotel bukan sesuai dengan bidangnya,” tutur Directure LSP, Dr. Farid Said, M.Pd, Sabtu (10/3).

Sultra menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat yakni 10 destinasi di luar Bali, yakni Wakatobi, sehingga pemerintah memfokuskan kegiatan itu di Sultra dan kedepan bisa lebih besar lagi.

“Potensi di Sultra sangat bagus tinggal bagaimana menyiapkan Sumber Daya Manusianya (SDM). Syarat mengikuti sertifikasi yaitu pengalaman minimal 2 tahun,” tutupnya.

Kepala seksi kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. H. Abdul Azis, MPd mengatakan mengapresiasi adanya sertifikasi ini karena bisa dijadikan bekal karena kalau hanya ijazah formal yang didapatkan di sekolah itu

tidak menjamin.
“Tetapi jika di tambah dengan sertifikasi ini sehingga secara teoritis sang anak mendapat pengakuan mempunyai komampuan, makanya kita gencarkan LSP,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala sekolah SMKN 3 Kendari, Drs. Hisanuddin mengatakan kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan dan ini kerjasama denga LSP Angin Maammiri.

Ini adalah suatu kerjasama antara kementrian pariwisata dengan dinas pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi keahlian sehingga dengan adanya sertifikasi kompetensi ini dapat memberikan peluang yang lebih besar terhadap langan kerja di dunia usaha dan dunia kerja.

“Kurang lebih 50 persen dinyatakan kompeten dan sudah bekerja.

Kedepan kita akan meningkatkan potensi-potensi karena sekarang adalah tataboga dan perhotelan, kedepan akan ada potensi lain,” ucapnya.

La Ode Ali Ahmadi, asesor dari Dinas Pariwisata Provinsi Sultra mengatakan kompetensi prinsipnya kuota kemetrian pariwisata melimpahkan pelaksanaan untuk sertifikasi ke LSP.

Kuota tahun ini untuk Sultra 1.000 orang tetapi sejalan dengan tahun 2018 kuota itu tetap dan kemungkinan besar bisa bertambah ketika sudah ada laporan database (laporan kebutuhan tenagakerja usaha pariwisata di Sultra) termasuk guide atau pemandu.

“Dalam uji kompetensi ini agar menjadi tenaga siap pakai untuk dipekerjakan di industri pariwisata, dan mempersiapkan tenaga yang tersertifikasi dan menjadi jaminan kualitas sudah teruji, jadi semua tenagakerja harus tersertifikasi ,” tutupnya.(m3-m1)

To Top