Headline

KH Tengku Zulkarnaen: Berdakwah di Sultra Wujudkan Impian

KH Tengku Zulkarnaen bersama mantan Rektor UHO Prof H Mahmud Hamundu usai menyampaikan dakwah di kediaman Prof Mahmud Hamundu, Sabtu (10/3).

KENDARI, BKK – Sekertaris Jendral (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Tengku Zulkarnaen MA mengaku akhirnya mewujudkan impiannya untuk mengunjungi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam rangka memberikan dakwah.

Impian tersebut telah diutarakannya sejak enam bulan lalu ketika bertemu mantan rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof H Mahmud Hamundu dalam kegiatan musyawarah internasional umat Islam di India.

“Akhirnya keingian saya untuk memberikan dakwah di sini (red-Sultra) bisa terwujud,” ungkap KH Tengku Zulkarnaen MA ditemui di kediaman Prof H Mahmud Hamundu, Sabtu (10/3).

Ia menjelaskan, subtansi dakwah yang dibawakannya ialah tentang perintah allah dan larangannya yang tertuang di dalam Alqur’an dan Sunah Rasul SAW. Hal itu, bertujuan untuk mengingatkan para jamaah agar kembali pada dua tuntutan tersebut.

“Ini yang selalu saya tekankan, sebab banyak dari kita yang kadang terlena pada dunia sehingga lalai akan urusan akhirat,” jelasnya.

Selama dua hari yakni sejak Jumat, lanjut dia, dakwah tentang kembali pada perintah Allah SWT dan Sunah Rasul SAW, dibawakannya dibeberapa tempat sesuai tour yang telah diatur seperti di Kolaka Timur dan Kendari.

“Alhamdulillah jamaah yang hadir sangat banyak dan ini menunjukan bahwa Sultra merupakan daerah yang antusias dalam menimba ilmu agama,” bebernya.

Prof H Mahmud Hamundu juga menambahkan, dalam dakwah yang dibawakan KH Tengku Zulkarnaen MA di Kolaka Timur yang ikut dihadiri Bupati Kolaka Timur, Drs H Tony Herbiansyah MSi sekurangnya ada 5000 jamaah turut hadir mendengarkan dakwah.

“Ada 5000 jamaah yang hadir dan tidak ada yang mengantuk ketika pak kiyai membawakan dakwahnya selama tiga jam,” tambahnya.

Bahkan, lanjut dia, dalam kegiatan bayan masturot (dakwah terhadap kaum hawa) di kediamannya ada 500 jamaah yang juga ikut hadir ketika KH Tengku Zulkarnaen MA membawakan dakwah.

“Kegiatan bayan masturot ini merupakan penutup dari kegiatan pak kiyai di Sultra dan pesan yang kami petik adalah dengan kembali pada perintah Allah dan Sunah Rasul SAW maka islam ini akan lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya KH Tengku Zulkarnaen tampil memberikan kuliah umum di kampus IAIN Kendari berlangung di Auditorium, Jumat (9/3).

Dalam kuliah umumnya KH Tengku Zulkarnain secara tegas mengatakan umat Islam di Indonesia wajib mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebab negara telah memberikan perlindungan terhadap umat Islam dalam menjalankan ajaran agamanya.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak berterima kasih kepada negara yang telah memberikan kebebasan dalam menjalankan agamanya.

“Salah satu contoh bahwa negara ini menghormati hak-hak kita dalam melaksanakan ajaran agama adalah saat ASN melaksanakan ibadah haji, negara memberikan cuti sampai 40 hari, coba kalau ke negara lain apakah seperti itu,” ucapnya.

Lebih jauh, mantan dosen linguistik pada Universitas Sumatera Utara ini secara lugas juga mengingatkan, agar kita senantiasa menghargai keberagaman dengan cara tidak saling mencampuri urusan agama lain.

“Biarkanlah agama lain menjalankan keyakinannya, tidak usah kita saling mengurusi, negeri ini akan aman jika kita fokus dengan internal agama kita masing-masing”, ujarnya.

Ia menambahkan, umat Islam hendaknya fokus melakukan internalisasi nilai keteladanan dari Rasulullah Saw dalam kehidupan sehari-hari agar senantiasa mendapatkan hasanah dan mahabbah dari Allah Swt.

Acara kuliah umum dipandu Direktur Pascasarjana, Dr Supriyanto MA yang diikuti sekitar 500 orang terdiri dari karyawan dan mahasiswa IAIN Kendari. (cr5-m1/lex)

To Top