Aktualita

Ketua KY: Hakim Mesti Menjaga Etika Profesi

Ketua Komisi Yudisial (KY).

KENDARI, BKK- Dalam acara Temu Nasional Forum Dekan Fakultas Hukum (FH) dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia di disalah satu hotel di Kendari.

Ketua Komisi Yudisial (KY), Dr Aidul Fitriciada Azhari SH M Hum mengatakan seseorang yang memangku jabatan Hakim mestinya tidak melakukan hal-hal yang tidak etis dan tidak wajar dilakukan hakim di area publik/masyarakat. Dimana, ditakutkan akan berimbas kepada hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.

“Hakim tidak boleh terlalu narsis. Jangan sampai terjadi hal-hal yang di luar dugaan yang akan merugikan semuanya,” ujarnya, Sabtu (10/3)

Dikatakan, Hakim agung dan hakim agung mestinya tidak boleh melakukan hal-hal yang berlebihan. Apalagi didunia Sosial Media (Sosmed).

Ia menuturkan, apalagi terlalu banyak mengekspos foto-foto atau yang lainnya. Dan mengekspos dirinya di Televisi (TV) dan mengomentari putusan.

“Mengekspos dirinya di TV dan mengomentari putusan, itu tidak etis. Mestinya hakim itu kritis dan terbatas, mereka harus menjaga norma-norma yang ada dimasyarakat,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, KY kedepannya dalam memberikan pelatihan hakim, lebih menekankan pada kode etik. Penting bagi hakim memahami itu supaya kasus hakim yang tidak adil, tidak terjadi lagi.

“Selain itu, usia ideal menjadi hakim adalah 60 tahun. Semakin tua seorang hakim, maka seharusnya dia akan semakin Adil,” pungkasnya. (m1/lex)

To Top