Beranda

Ketua Komisi III: Pemkot Tidak Punya Master Plan Penanganan Banjir

Jalan ini sudah tiga kali bongkar pasang, tapi masalah utamanya tidak pernah terjawab.

KENDARI, BKK – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Sitti Nurhan Rachman mencurigai pemerintah kota tidak punya master plan penanganan banjir, berkaca pada kasus bongkar pasang pengerjaan di Jalan MT Haryono dari arah kampus baru Universitas Halu Oleo (UHO) menuju Pasar Wuawua.

Pasalnya, terhitung sudah tiga kali proyek perbaikan jalan di area tersebut. Meski begitu, aksi bongkar pasang ini tidak menjawab masalah utama, yaitu banjir tiap hujan turun.

Sitti Nurhan Rachman akhir pekan lalu mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari berkait masalah ini.

“Kita akan koordinasikan ini dengan pihak Dinas PU, nanti mereka yang melanjutkannya ke pihak pekerja proyek jalan,” terangnya.

Terkait pengerjaan jalan yang telah dilakukan berulang-ulang, lanjut dia, hal itu dikarenakan keterlambatan pemkot melalui instansi yang bersangkutan menyediakan master plan penanganan banjir di Kota Kendari.

“Ini sebenarnya bukti Pemkot Kendari serius dalam mengantisipasi banjir, hanya saja karena master plan penanganan banjir belum ada, berdampak pada perbaikan jalan dan drainase,” ujarnya.

Diberitakan, proyek pengerjaan jalan yang kini dalam tahapan pengerasan, menghasilkan debu dikala panas karena tidak dilakukan penyiraman dan ketika hujan turun membuat jalanan licin.

“Di sini kalau hujan turun pasti becek dan licin, kalau panas pasti berdebu,” kata Wahid salah seorang warga yang bermukim disekitar area pengerjaan jalan saat ditemui di kediamannya, Jumat (9/3).

Apalagi, lanjut dia, untuk pengerjaan jalan di tempat tersebut telah dilakukan sebanyak tiga kali, di antaranya pelebaran drainase.

Kini, tambah dia, jalan yang sebelumnya telah diperbaiki tersebut ditimbun lagi termasuk drainasenya, karena kondisinya yang begitu rendah sehingga ketika hujan turun membuat genangan air di jalan.

“Pengerjaan jalan ini sudah tiga kali dan membuat kesan pengerjaan yang sebelumnya keliru,” tandasnya.(cr5/iis)

To Top