Aktualita

Day Care Merubah Persepsi Sampah

Kerajinan tangan dari sampah plastik. (Foto;RIA RAMAYANTI/BKK).

KENDARI,BKK – Kehadiran program day care di Desa Baruga dan Desa Konda telah membawa perubahan terhadap persepsi dan perlakuan orang degan sampah.

Kepala Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Minaula Kendari, Syamsuddin, MA, mengatakan jika selama ini wadah atau kemasan bekas makanan dan minuman, seperti botol air mineral, kemasan kopi instant, kertas bekas, dibuang begitu saja atau dibakar.

“Maka, sejak para lansia tersebut bergabung dengan program day care PSTW Minaula Kendari dan mendapatkan bimbingan keterampilan, sampah-sampah tersebut justru dapat di sulap menjadi kerajian tangan yang menarik,” tuturnya saat di temui di panti jompo, Minggu (11/3.

Salah seorang pengrajin, Siti Asri menjelaskan, saat ini sudah tidak ada lagi sampah yang dibakar atau dibuang, karena sampah itu bisa di anyam atau dirangkai menjadi tas, bunga, kotak pensil dan sebagainya.

Syamsuddin mengatakan awalnya, bimbingan keterampilan ini hanya bertujuan untuk mengisi waktu luang lansia, dan melatih psikomotorik halus dan kognitif mereka. Tapi karena digemari Dan mereka serius mempelajarinya akhirnya dapat memberikan keuntungan ekonomi.

“Keterampilan dari barang bekas ini tidak terlalu ribet mengerjakannya, bisa dikerja dengan santai, cocoklah untuk para lansia sambil mengisi waktu. Bahan bakunya juga mudah didapat dan murah”, tambah Hartin pembimbing keterampilan.

Jika dulu pembungkus kopi terbuang begitu saja Dan berserakan, sekarang malah lansia ini mencarinya untuk dijadikan kerajinan tangan.

“Dua bulan belajar keterampilan di day care, sudah dapat buat tas kulit kopi, lumayan satu tas laku Rp40.000 sampai Rp50.000. Jadi dapat mengisi waktu senggang, mengurangi sampan dan dapat uang itulah manfaat yang kami rasakan dari program day care ” ungkap nenek Moriki dari Desa Lamomea.(m3/lex)

To Top