Lingkar Sultra

Seluruh Kepala Desa Wajib Periksa Jaminan Kesehatan Warganya

HUSAIN/BERITA KOTA KENDARI
BOCAH penderita gizi buruk, Ibnu Fasa Ibrahim, masih menjalani perawatan untuk memulihkan kondisinya di RSUD Konawe Kepulauan, Rabu (7/3) kemarin.

LANGARA, BKK- Kasus gizi buruk yang menimpa seorang anak di Desa Mosolo, Kecamatan Wawonii Tenggara, Konawe Kepulauan membuat Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi memerintahkan seluruh kepala desa segera memeriksa kondisi kesehatan warganya, khususnya warga miskin. Di samping itu, kepala desa harus memastikan warganya sudah terkaver sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Wabup menekankan dirinya tidak ingin lagi ada warga Konkep yang kesulitan berobat ke RS karena tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan. Apalagi jika penyakitnya tergolong serius.

Menurut Wabup, kasus gizi buruk adalah masalah serius yang tidak boleh dianggap enteng. Dia pun menyoroti kinerja aparat Desa Mosolo yang dianggap abai akan kondisi warganya.

“Apa kerjanya ini kepala desa (Mosolo). Ada warganya yang sakit seperti ini (gizi buruk), dia tidak perhatikan. Seharusnya kalau ada masalah seperti ini, sebagai kepala desa harus aktif mendampingi, apalagi ini dia tidak punya kartu BPJS. Seharusnya kepala desa ada di sini kawal apa keluhannya, apa kekurangannya,” kata Wabup yang pada Selasa (6/3) memerintahkan dinas sosial setempat agar segera mengurus kartu BPJS Kesehatan bagi Ibnu Fasa Ibrahim (6) dan keluarganya.

Selain menugaskan seluruh kepala desa, Wabup juga memerintahkan dinas kesehatan untuk membentuk tim khusus pemantau gizi buruk. Tim yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Konkep, Alno Berniat diminta secepatnya menuju ke Desa Mosolo. Dia khawatir Ibnu Fasa bukanlah satu-satunya penderita gizi buruk di desa penghasil cengkeh tersebut.

“Sudah ada tim yang akan ke sana untuk memantau jangan sampai ada penderita lainnya. Kita doakan saja mudah-mudahan tidak ada ya,” harapnya.

Di tempat berbeda, Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Konkep, Turif menambahkan bahwa pihaknya telah mendaftarkan bocah penderita gizi buruk dan juga ibunya ke BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah sudah terdaftar di BPJS, kemarin kita sudah urus. Untuk sementara kita daftarkan BPJS mandiri, supaya langsung aktif dan bisa difungsikan, paling lambat satu bulan ke depan Insya Allah akan dialihkan ke BPJS yang ditanggung pemerintah,” katanya.

Sementara dr Asep Subarkah yang menangani bocah enam tahun tersebut mengatakan kondisinya pasien perlahan membaik. “Alhamdulillah ada perubahan, sudah bisa makan, dan kondisinya sudah agak membaik dibanding pertama masuk,” katanya. (cr9/aha)

To Top