Beranda

Nur Alam Ikhlaskan Radhan Meniti Karier Politik di Golkar

Nur Alam.

KENDARI, BKK- Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam tampaknya merestui putranya, Radhan, memilih bendera politik yang berbeda dengan dirinya.

Nur Alam notabene pengibar bendera Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulawesi Tenggara (Sultra), sementara Radhan memilih bernanung di bawah partai berlambang Beringin.

Radhan ditanya soal ini mengatakan, sebelum bergabung dengan Partai Golkar, dirinya sudah meminta pendapat kepada ayahnya.

“Ayah menyerahkan semuanya pada saya untuk memilih jalan yang saya anggap terbaik,” katanya.

“Sejujurnya di keluarga saya itu cukup demokratis. Jadi, ketika saya menyampaikan keinginan saya masuk Golkar, khusunya AMPI, beliau mengatakan, apa saja yang menurutmu itu benar lakukanlah,” urainya.

Menurut dia, masyarakat tentu mengetahui sejarah antara Nur Alam dan Partai Golkar di Sultra. Namun, kata dia, itu bagian dari profesionalitas politik masa lalu.

“Yang kemarin biarlah berlalu, yang hari esok kita berjuang agar bagaimana menjadi lebih baik silaturahmi ini,” ujarnya.

Diberitakan, Radhan Algindo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) masa bakti 2018-2023 pada Sabtu (3/3) lalu.

Ia ditetapkan sebagai ketua terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) AMPI Sultra, yang dilaksanakan pada salah satu hotel di Kota Kendari.

Radhan mengatakan, sambil mempersiapakan pelantikan, dirinya akan menyusun program kerja dan konsolidasi, termasuk membentuk struktur AMPI Sultra.

AMPI tidak lain adalah organisasi sayap Partai Golkar.

“Betul, mungkin ini pertama kali saya mengakui di depan wartawan, saya berarti telah berada dalam lingkaran dan menjadi bagian dari Partai Partai Golkar,” kata Radhan, ketika itu.

Untuk itu, Radhan mengaku, sudah sangat siap melibatkan diri dan berkontribusi untuk kebesaran Partai Golkar di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Radhan juga tidak menampik jika dirinya mempunyai rencana untuk maju sebai calon legislatif. Karena, sejatinya legislatif merupakan pelayan rakyat, dirinya sudah mempersiapkan diri untuk bertarung pada 2019 mendatang.

“Kalau misalnya di masa depan masyarakat menginginkan saya untuk legislatif, insya Allah dengan ucapan Bismillah saya siap untuk tahun depan,” katanya. (man/iis)

To Top