Tak Nonaktifkan PPL Berpartai, Panwaslu Bombana Terancam Diadukan ke DKPP – Berita Kota Kendari Online
Suksesi

Tak Nonaktifkan PPL Berpartai, Panwaslu Bombana Terancam Diadukan ke DKPP

SK kepengurusan PDIP Kecamatan Masalaloka Kabupaten Bombana, di mana Ridawati yang saat ini merupakan PPL di Desa Masaloka Barat tercatat sebagai bendahara. foto: Rudy/BKK

RUMBIA, BKK – Salah satu panitia pengawas lapangan (PPL) yang telah dilantik Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bombana beberapa waktu lalu, tercatat sebagai pengurus partai politik (parpol).

Dalam surat keputusan (SK) salah satu parpol yakni PDIP, PPL yang bernama Ridawati tersebut tercatat sebagai bendahara Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Masaloka.

Dengan adanya SK kepengurusan tersebut, Ridawati tak bisa mengelak lagi namanya hanya dicatut sebagai anggota partai. Olehnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bombana meminta agar Panwaslu menonaktifkan PPL bersangkutan.

“PPL yang ada di Desa Masaloka Barat itu tidak ada kata yang dicatut namanya karena dia masuk dalam struktur PAC yakni menjadi Bendahara PDIP. Hal itu dibuktikan dengan adanya SK yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPD PDIP Sultra, ” kata Komisioner KPU Bombana Kordinator Divisi (Kordiv) Hukum Andi Usman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/2).

Dikatakannya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, sebelum masuk sebagai penyelenggara pemilu, pengurus partai telah mundur dari kepengurusan minimal lima tahun. Sementara PPL tersebut menjadi pengurus PDIP periode 2015-2020.

“Tadi juga saya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Panwaslu Bombana. Ketua Panwaslu Bombana (Hasdin Nompo) dan Komisioner Panwaslu Bombana (Darma) sudah datang kesini (KPU) untuk memperlihatkan ini SK, ” jelasnya sambil menunjukan SK kepengurusan PDIP.

Dengan adanya bukti SK kepengurusan parpol tersebut, lanjutnya, Panwaslu Bombana bisa saja diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena meloloskan pengurus partai menjadi penyelenggara pemilu.

Terlebih, PPL bersangkutan belum juga dinonaktifkan.

Menanggapi hal tersebut, Komisoner Panwaslu Bombana Divisi Penindakan dan Pelanggaran Darma mengaku akan melakukan penelusuran. Ia juga membenarkan telah berkoordinasi dengan KPU terkait persoalan ini.

“Kita akan lakukan dulu penelusuran. Karena sebelumnya juga baik itu PPL (Ridawati) maupun ketua partai ini (PDIP) sudah membuat pernyataan bahwa yang bersangkutan hanya sebatas dicatut namanya, “pungkas Darma. (k3/nur)

To Top