Beranda

SPBU THR Rusak, Pelanggan Serbu SPBU Bongoeya

Antrian panjang di SPBU Bonggoeya, Selasa (6/2). (Foto Ria/BKK)

KENDARI, BKK- Sudah seminggu, antrean kendaraan mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bonggoea menjadi pemandangan sehari-hari.

Pantauan wartawan koran ini, Selasa (6/2), panjang antrean hingga kurang lebih 150 meter, didominasi kendaraan roda enam.

Salah seorang pengemudi truk, Sarmin (25) menjelaskan, dirinya sudah empat hari ini mengisi di SPBU ini dan biasanya harus menunggu satu jam sebelum dapat giliran.

Sudah jelas, kata dia, antrean ini sangat mengganggu kegiatannya sebagai seorang supir pengangkut barang.

“Jenuh dan tertunda pekerjaan lantaran banyaknya yang mengantre. Biasanya saya mengantre di SPBU THR, tapi lagi rusak, jadi kami lari ke sini. Kerusakannya sudah satu minggu dan sampai sekarang masih perbaikan,” jelasnya.

Salah satu pengawas SPBU Bonggoeya, Andika mengatakan, pihaknya kewalahan melayani konsumen.

“Karena banyak sekali kendaraan yang mengantre,” katanya.

Dikatakan, SPBU ini dibuka sejak pukul 05.30 Wita dan mulai rame pada pukul 07.00 Wita, karena para pegawai yang hendak ke kantor singgah mengisi bensin.

“Kebanyakan yang datang mengisi di sini adalah kendaraan yang sering mengisi di SPBU THR. Cuma karena di sana tutup, semuanya pada ke sini. Karena SPBU terdekat dengan THR adalah SPBU Bonggoeya,” terangnya.

Menurut catatannya, yang paling banyak mengantre bahan bakar adalah pengguna Premium.

“Karena Premium dijatah dari depot dan tidak banyak dikasih,” katanya.

Stok yang diberikan adalah 8.000 liter. Jika stok datang pukul 09.00 Wita, sudah habis pukul 15.00 Wita.

“Kalau Pertalite banyak, stoknya 16.000 liter. Kalau Pertalite tidak akan habis hingga besok. Solar dijatah 16.000 liter, paling habisnya tengah malam, soalnya kendaraan begini terus nda ada putus-putus. Seandainya SPBU THR buka, solar kita sampai besok nda akan habis,” tuturnya. (m3/iis)

To Top